Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dalam memproduksi Kertas
Seni, untuk menganalisis nilai tambah sabut dan pelepah pinang menjadi kertas
seni, dan untuk menganalisis kelayakan finansial sabut dan pelepah pinang menjadi
kertas seni. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan deskriptif, data yang
digunakan yaitu data primer dan data sekunder.
Pada pengolahan sabut dan pelepah pinang menjadi kertas seni dibutuhkan
faktor ? faktor produksi lain seperti bahan tambahan, peralatan produksi dan tenaga
kerja. Pada pengolahan ini akan mengeluarkan biaya ? biaya sehingga dapat
membentuk harga baru yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih besar jika
dibandingkan tanpa dilakukan proses produksi sehingga diperlukan analisis nilai
tambah dan analisis finansial untuk mengetahui apakah usaha ini memberikan nilai
tambah (positif) dan layak untuk dijalankan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis nilai tambah
rencana usaha pengolahan sabut dan pelepah pinang menjadi kertas seni didapatkan
nilai tambah sebesar Rp. 24.300/kg bahan baku. Artinya, nilai tambah yang
dihasilkan besar dari nol (Rp. 24.300 > 0) berarti usaha ini memberikan nilai tambah (positif).
Pada analisis kelayakan finansial dihasilkan BEP volume produksi sebanyak
311.000 lembar/tahun dan BEP harga jual sebesar Rp. 2.591. NPV dihasilkan yaitu
Rp. 196.100.135 (NPV > 0) sehingga usaha ini layak untuk dijalankan. IRR pada
usaha ini yaitu 24% dengan Net B/C besar dari satu yaitu 1,04 dan PP atau jangka
waktu pengembalian 4 tahun 21 hari. Artinya, usaha pengolahan sabut dan pelepah
pinang menjadi kertas seni menguntungkan dan layak untuk dijalankan.