Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis
dan motivasi belajar siswa. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui: 1).
Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Discovery Learning
(DL) dan Direct Interaction (DI) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. 2).
Pengaruh motivasi belajar tinggi, sedang dan rendah terhadap kemampuan berpikir
kritis matematis. 3). Interaksi antara model pembelajaran PBL, DL, dan DI dengan
motivasi belajar dalam mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis. Metode
yang digunakan yaitu quasi eksperimen. Populasi seluruh siswa kelas VIII,
sampelnya sebanyak 95 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen I, eksperimen II dan
kelas kontrol. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling.
Teknik analisis data yang digunakan adalah anova dua arah, instrumen yaitu tes
kemampuan berpikir kritis matematis dan angket motivasi belajar. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: 1). Model pembelajaran DL memiliki pengaruh lebih tinggi
dalam memengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis dibandingkan model
pembelajaran PBL, sementaran model pembelajaran PBL lebih tinggi dalam
memengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis dibandingkan model
pembelajaran DI. 2). Motivasi belajar tinggi lebih efektif dalam memengaruhi
kemampuan berpikir kritis matematis dibandingkan dengan motivasi belajar sedang,
sementara itu motivasi belajar sedang lebih efektif dalam memengaruhi kemampuan
berpikir kritis matematis dibandingkan motivasi belajar rendah. 3). Terdapat interaksi
antara model pembelajaran PBL, DL dan DI dengan motivasi belajar dalam
memengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Model pembelajaran DL
sangat baik untuk mengajarkan matematika dalam penemuan konsep dasar
matematika, sementara model PBL sangat baik untuk mengajarkan matematika dalam
permasalahan nyata. Kedua model sangat baik untuk meningkatkan kemampuan
berpikir kritis matematis.