Institusion
Universitas Jambi
Author
Supriatman, Mahadam Fargab
Subject
LB Theory and practice of education
Datestamp
2023-11-13 03:23:28
Abstract :
Rabies adalah suatu penyakit yang akut yang disebabkan oleh virus yang
bersifat zoonosis serta ditularkan melalui air liur ke dalam luka bekas gigitan yang
ditimbulkan oleh Hewan Pembawa Rabies (HPR). Anjing merupakan hewan
pembawa rabies dengan presentase terbesar (95%) dibandingkan dengan hewan
pembawa rabies lainnya seperti kucing, kera dan lain-lain.
Pada tahun 2023 populasi anjing di pulau Bali sekitar 599.719 ekor,
Kabupaten Ende, 62.861 ekor, Kabupaten Sikka 55.000 ekor, Pulau Flores dan
Lembata, 600.000 ekor. Populasi anjing yang relatif banyak di Pulau Nusa
Tenggara Timur ini, memungkinkan kasus rabies akan meningkat.
Kegiatan praktek kerja lapangan dilaksanakan di Laboratorium Patologi
Balai Besar Veteriner Denpasar mulai tanggal 05 Februari sampai dengan 05 April
Tahun 2023. Materi yang digunakan adalah otak anjing sebanyak 117 sampel yang
berasal dari pulau Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa tenggara Timur. Larutan
yang digunakan untuk preparasi otak anjing adalah aseton, konjunggat, dan BPS
pH 7,2. Metode yang digunakan untuk mendekteksi virus rabies pada otak anjing
menggunakan Uji Flurescent Antibody Test (FAT). Uji ini telah direkomendasikan
oleh WHO dan OIE menjadi gold Standar untuk uji diagnosa rabies. Keberadaan
virus rabies ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop Flurescent Antibody
(FA).
Hasil pengamatan dari 117 sampel yang diperiksa, diperoleh 72 sampel
hasilnya negatif (61%) dan 45 sampel hasil positif (39%) serta tidak terdapat hasil
uji negatif palsu maupun positif palsu. Berdasarkan hasil uji spesifitas dan sensifitas
diperoleh nilai 100%, hal ini menunjukkan bahwa uji FAT lebih spesifik dan
sensitif dibandingkan uji pengujian rabies lainnya, seperti uji Seller.
Kesimpulan dari uji FAT ini menunjukkan bahwa kasus rabies di Pulau
Bali, NTB dan NTT relatif cukup tinggi. Saran untuk pemerintah ketiga Provinsi
tersebut adalah dengan meningkatkan sosialisasi tentang bahaya penyakit rabies
melalui pencegahan dengan cara vaksinasi pada hewan kesayangan, terutama
hewan anjing.