Abstract :
Pendidikan di Indonesia mulai berkembang pada saat Belanda memberlakukan kebijakan politik etis yang bertujuan untuk mendapatkan tenaga kerja murah dari masyarakat pribumi. Belanda mulai membangun beberapa sekolah di wilayah-wilayah Indonesia salah satunya di wilayah Bajubang. Penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yaitu bagaimana proses terbentuknya Sekolah Rakyat NIAM dan bagaimana pengaruh politik terhadap perubahan kurikulum dan kegiatan Sekolah yang ada di Bajubang dari tahun 1931 sampai 1995. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu meliputi Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi.
Penelitian ini bertujuan membahas mengenai perkembangan pendidikan yang ada di wilayah Bajubang. Pendidikan berkembang di Bajubang tidak pernah terlepas dari eksploitasi minyak oleh perusahaan NIAM atau perusahan milik pemerintah Hindia Belanda di Jambi. Sekolah yang berdiri di Bajubang berada di bawah naungan perusahaan NIAM. Pada masa pendudukan Jepang SR NIAM masih melaksanakan aktivitas belajar mengajar, namun tutup pada pada tahun 1943. Pasca kemerdekaan, sekolah berada di bawah kekuasaan pemerintah dan mengalami perubahan nama dari Sekolah Rakyat NIAM menjadi SR PERTAMIN. Kurikulum yang digunakan mengikuti pemerintah. Pada tahun 1968 menjadi SD Pertamina I dan SD Pertamina II hingga 1995 digabung kembali menjadi SD YKPP Bajubang.
Kata Kunci : Pendidikan, Sekolah Rakyat, Bajubang