Abstract :
Agama Hindu-Buddha berkembang di Sumatera pada abad 7-15 Masehi.
Temuan arca di sepanjang Daerah Aliran Sungai Batanghari menjadi salah satu
bukti berkembangan agama Hindu-Buddha. Arca memiliki pengambaran wujud
yang berbeda-beda. Salah satu ciri pembedanya adalah gaya busana. Arca
Amoghapasa, arca Bhairawa Padangroco, arca Prajnaparamita Muaro Jambi, dan
arca Buddha Solok Sipin merupakan wujud penggambaran tokoh Buddha dengan
gaya busana yang berbeda-beda ada yang memiliki gaya busana yang sederhana
dan ada juga yang memiliki gaya busana yang raya. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan analisis ikonografi. Melalui analisis ini dapat melihat
gaya busana yang terdapat pada arca-arca tokoh batu melalui bentuk busana dan
atribut yang dikenakan pada setiap bagian tubuh yang bertujuan untuk
mengidentifikasi busana arca dapat dilihat dengan perlengkapan atribut yang
dipegang, bentuk mahkota, pakaian, dan kelengkapan perhiasan yang dikenakan
pada setiap anggota tubuh arca yang masih bisa di identifikasi. Eksplanasi
terdapat perbedaan busana serta jenis bentuk atribut pada arca yang ditemukan di
Daerah Aliran Sungai Batanghari untuk itu dapat teridentifikasi gaya busana dan
atribut pada setiap arca dan pada kainnya ada yang memiliki motif atau tidak.
Pada masa Hindu-Buddha dapat melihat strata sosial seperti bangsawan, rakyat
biasa, dewata, dan pendeta, semakin tinggi strata sosial arca itu maka semakin
raya busana dan atribut yang dikenakannya.
Kata kunci: Arca Batu tokoh Buddha, atribut, busana, Hindu-Buddha, Daerah
Aliran Sungai Batanghari.
xvi
ABSTRACT
Hindu-Buddhist religion developed in Sumatra in the 7th-15th centuries
AD. The discovery of statues along the Batanghari River Watershed is one of the
evidences of the development of Hindu-Buddhism. The statues have different
depictions of their forms. One of the distinguishing features is the style of
clothing. Amoghapasa statue, Bhairawa Padangroco statue, Prajnaparamita
Muaro Jambi statue, and Solok Sipin Buddha statue are forms of depiction of
Buddhist figures with different styles of clothing, some have a simple style of
clothing and some have a grand style of clothing. This research uses a qualitative
method with iconographic analysis. Through this analysis can see the style of
clothing found on the statues of stone figures through the form of clothing and
attributes worn on each part of the body which aims to identify the statue's
clothing can be seen with the attribute equipment held, the shape of the crown,
clothing, and complete jewelry worn on each limb of the statue that can still be
identified. Explanation there are differences in clothing and types of attribute
forms on statues found in the Batanghari River Watershed for that can be
identified the style of clothing and attributes on each statue and on the fabric
there are those that have motifs or not. In the Hindu-Buddhist period, we can see
social strata such as nobles, commoners, gods, and priests, the higher the social
strata of the statue, the more extravagant the clothing and attributes it wears.
Keywords: Stone Statues of Buddhist figures, attributes, clothing, Hindu-Buddhist,
Batanghari River Basin