Abstract :
Paku (Pteridophyta) merupakan tumbuhan yang dapat hidup di berbagai macam
habitat seperti hidup menempel pada tumbuhan lain (epifit), hidup di air (hidrofit),
hidup di atas permukaan tanah dengan kondisi yang lembab (terestrial) dan ada
yang hidup pada sisa-sisa tumbuhan lain (saprofit). Tumbuhan paku
(Pteridophyta) memiliki manfaat dan peranan yang sangat penting bagi suatu
ekosistem. Secara ekologi tumbuhan paku berperan sebagai vegetasi penutup
tanah, menghasilkan serasah untuk pembentukan hara tanah, dan produsen
dalam rantai makanan, serta sebagai pembentukan humus, melindungi tanah
dari erosi, menjaga kelembaban tanah, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui komposisi paku dan indeks keanekaragaman jenis paku
(Pteridophyta) yang terdapat di Kawasan Air Terjun Pancuran Rayo. Penelitian
akan dilaksanakan di Kawasan Air Terjun Pancuran Rayo di Desa Koto Tuo Pulau
Tengah, Kecamatan Danau Keliling, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Pada
bulan Maret hingga Mei 2023. Metode penelitian ini digunakan metode deskriptif
kuantitatif. Penentuan stasiun penelitian dilakukan dengan menggunakan
metode purposive sampling, pengambilan sampel menggunakan teknik systematic
sampling, pengambilan data tumbuhan paku epifit menggunakan teknik
eksploratif. Beberapa tahapan pelaksanaan penelitian yaitu observasi,
penentuan area lokasi, pengukran faktor fisik lingkungan, pengambilan sampel
Pteridophyta, pembuatan herbarium, identifikasi Pteridophyta. Dari hasil
penelitian didapatkan hasil komposisi tumbuhan paku (Pteridophyta) yang
ditemukan di Kawasan Air Terjun Pancuran Rayo Desa Koto Tuo Pulau Tengah
Kabupaten Kerinci terdapat 12 famili dari 24 indeks keanekaragaman (H?) yaitu
sebesar 2,9, indeks kemerataan sebesar 0,99, sedangkan indeks kekayaan (D mg)
sebesar 3,1.
Kata kunci : Tumbuhan paku (Pteridophyta), Keanekaragaman, Air Terjun
Pancuran Rayo.