Abstract :
Kata Kunci : bahan ajar, cerita fantasi, cerita rakyat, Jambi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bahan ajar yang dipakai oleh siswa belum mengakomodir seluruh Capaian Pembelajaran (CP) pada Kuirkulum Merdeka materi cerita fantasi di kelas VII SMP. Seharusnya, materi tersebut tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi menulis cerita fantasi. Cerita rakyat Jambi memiliki potensi untuk dijadikan alternatif sumber pengembangan materi teks cerita fantasi. Pemilihan sumber tersebut disebabkan dua alasan utama, yakni (1) memuat nilai-nilai karakter lokal dan (2) memiliki karakter atau ciri sesuai teks cerita fantasi.
Perbedaan bahan ajar yang dikembangkan oleh peneliti dengan peneliti yang lainnya adalah pengembangan produk bahan ajar dan pemanfaatan cerita rakyat Jambi sebagai sumber materi pembelajaran. Perbedaan tersebut dengan memberikan muatan materi teknik menulis cerita fantasi dan materi latihan menulis cerita fantasi bersumber cerita rakyat Jambi yang disesuaikan dengan penerapan Kurikulum Merdeka dan nilai Profil Pelajar Pancasila (P3) dalam Kurikulum Merdeka.
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pengembangan bahan ajar menulis cerita fantasi bersumber cerita rakyat Jambi dan mengetahui keefektifan bahan ajar tersebut. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate), dengan subjek 36 orang siswa kelas VIIC SMP Negeri 11 Kota Jambi. Jenis data yang diambil, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari telaah CP dalam kurikulum Merdeka Belajar, dan angket prapengembangan kepada guru dan peserta didik. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari lembar validasi ahli pengembangan bahan ajar, ahli pembelajaran menulis cerita fantasi, dan ahli cerita rakyat Jambi, angket uji produk, dan hasil pretes serta postes siswa.
Hasil penelitian menunjukkan 1) proses pengembangan dimulai dengan define, dilanjutkan ke design, kemudian develop, dan berakhir dengan disseminate. Ditinjau dari bahan ajar, angket yang diberikan kepada validator tergolong valid. Untuk uji coba produk kepada siswa diperoleh persentase sebesar 82%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar memiliki kualifikasi layak dan dapat diimplementasikan ke siswa kelas VII SMP. Uji keefektifan produk menggunakan desain pra-eksperimen pretes-postes. analisis data menggunakan perhitungan data skor rata-rata gain yang dinormalisasi (N-Gain), diperoleh N-Gain score adalah 57,73% dengan kriteria cukup efektif.