Abstract :
Latar Belakang: Berdasarkan data IDF tahun 2021, angka kematian akibat
diabetes melitus (DM) sebanyak 6,7 juta orang meninggal dunia. Di Indonesia,
angka kematian akibat diabetes mencapai 236.000. Pemerintah Indonesia untuk
menanggulangi diabetes melalui Program Penanggulangan Penyakit Kronis
(Prolanis) yang dibentuk oleh BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan pemanfaatan Prolanis pada pasien
DM di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional.
Sampel penelitian adalah peserta Prolanis yang berkunjung ke Puskesmas
Simpang IV Sipin sebanyak 77 responden, yang dipilih menggunakan teknik
accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil: Studi ini menemukan faktor-faktor yang berhubungan dengan dengan
pemanfaatan Prolanis adalah pengetahuan (p=0,000), dukungan keluarga
(p=0,019), dukungan petugas kesehatan (p=0,007), persepsi sakit (p=0,000), dan
persepsi kebutuhan (p=0,008), sedangkan yang tidak berhubungan adalah jenis
kelamin (p=1,000), pendidikan (p=0,749), pekerjaan (p=0,651).
Kesimpulan & Saran: Pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas
kesehatan, persepsi sakit, dan persepsi kebutuhan berhubungan dengan
pemanfaatan Prolanis, sedangkan jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan tidak
berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis. Disarankan bagi petugas kesehatan
untuk lebih sering memberikan edukasi pada pasien dan keluarganya, menjalin
komunikasi dengan peserta terkait pelaksanaan Prolanis, serta bagi masyarakat
untuk lebih memanfaatkan Prolanis agar kesehatannya tetap terkontrol sehingga
dapat mencegah komplikasi.
Kata Kunci: Prolanis, diabetes melitus
Background: Based on IDF data in 2021, the death rate from diabetes mellitus
(DM) was 6.7 million people died. In Indonesia, the death rate from diabetes
reaches 236,000. The Indonesian government to tackle diabetes through the
Chronic Disease Management Program (Prolanis) formed by BPJS Health. The
purpose of this study was to determine the factors associated with the utilization
of Prolanis in DM patients at Puskesmas Simpang IV Sipin Jambi City.
Methods: This study is a quantitative cross sectional design. The research sample
was Prolanis participants who visited the Simpang IV Sipin Health Center as
many as 77 respondents, who were selected using accidental sampling technique.
Data analysis using the chi square test.
Results: This study found that the factors associated with Prolanis utilization
were knowledge (p=0.000), family support (p=0.019), health worker support
(p=0.007), perception of illness (p=0.000), and perception of need (p=0.008),
while those that were not associated were gender (p=1.000), education (p=0.749),
employment (p=0.651).
Conclusion & Suggestion: Knowledge, family support, health worker support,
perception of illness, and perception of need are associated with Prolanis
utilization, while gender, education and occupation are not associated with
Prolanis utilization. It is recommended for health workers to more often provide
education to patients and their families, establish communication with
participants regarding the implementation of Prolanis, and for the community to
better utilize Prolanis so that their health remains controlled so as to prevent
complications.
Keywords: Prolanis, diabetes mellitus