Abstract :
Latar Belakang: Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mengakses
sumber daya di bidang kesehatan untuk mempertahankan dan meningkatkan derajat
kesehatannya. Suatu pelayanan dikatakan baik oleh pasien ditentukan oleh
kenyataan apakah jasa yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan, dengan
menggunakan persepsi pasien yang sangat berperan dalam menggambarkan tingkat
kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, rumah sakit harus
berorientasi pada kepuasan pasien tanpa membedakan status pasien BPJS atau non
BPJS, dengan meningkatkan pelayanan berupa standar keahlian (profesi) untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan pasien sehingga dapat memperoleh kepuasan
sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pada pihak pemberi layanan melalui
pelayanan yang prima.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode komparasi
dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan di poli rawat jalan Rumah Sakit
Bhayangkara Kota Jambi dengan total 136 responden yang terdiri dari 68 pasien
BPJS dan 68 pasien umum.
Hasil: Berdasarkan analisa data didapatkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat
jalan BPJS dan Umum terhadap pelayanan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota
Jambi dalam kategori puas dengan 51 responden (75%) pada pasien BPJS dan 48
responden (70,6%) pada pasien umum. Uji beda dengan Mann Whitney U Test
didapatkan nilai Asymp.Sig yaitu 0,739 > 0,005.
Kesimpulan: Dari 136 responden didapatkan hasil tingkat kepuasan pasien
sebagian besar dalam kategori puas dan dari hasil uji beda terlihat tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS
dan umum terhadap pelayanan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Jambi.