Abstract :
Latar Belakang: Menurut The American Heart Association ST-elevasi miokard infark (STEMI) merupakan salah satu penyebab signifikan kejadian morbiditas dan mortalitas pada pasien dengan penyakit jantung. Inflamasi memiliki peran penting dalam perkembangan dan destabilisasi aterosklerosis yang terjadi pada penyakit ini. Inflamasi tersebut dapat diukur dengan menggunakan rasio monosit HDL (MHR). Semua pasien STEMI harus menjalani stratifikasi risiko dini segera setelah masuk rumah sakit. Metode yang paling banyak digunakan adalah skor risiko Thrombolysis in Myocardial Infarction (TIMI).
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasio monosit-high density lipoprotein (HDL) terhadap thrombolysis in myocardial infarction (TIMI) score pada pasien ST elevasi miokard infark (STEMI) yang menjalani terapi reperfusi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penulis mengumpulkan data sekunder pasien yang telah memenuhi kriteria penelitian berupa data rekam medik pasien dengan diagnosis STEMI yang menjalani terapi reperfusi di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi periode 2020-2022. Selanjutnya, data diolah dengan menggunakan uji statistic spearman untuk menilai hubungan MHR terhadap TIMI score pada pasien STEMI.
Hasil: Hasil uji statistik dengan menggunakan uji spearman didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara MHR terhadap TIMI score pada pasien STEMI (r=0,139, p=0,266).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara MHR terhadap TIMI score pada pasien STEMI yang menjalani terapi reperfusi di RSUD Raden Mattaher Periode 2020-2022.
Kata kunci: STEMI, MHR, TIMI score