DETAIL DOCUMENT
ANALISIS POPULASI DAN PERUBAHAN PERILAKU MAKAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI EKOSISTEM RAWA AIR TAWAR DANAU TANGKAS KECAMATAN SEKERNAN KABUPATEN MUARO JAMBI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jambi
Author
Karmila, Friska
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-05-17 03:49:09 
Abstract :
Populasi MEP di Indonesia sangat besar dan tersebar luas. Populasi ini lebih besari darii semua populasi MEP di Asia Tenggara daratan (Mackinnon, 1986). Walaupun MEP menyebar luas, tetapi telah terjadi penurunan populasi yang tajam (Eudey, 2008). Monyet ekor panjang paling sering diperdagangkan dani banyak diambil dari habitat alaminya dibandingkan dengan satwa primatai lain (Eudey, 2008). Penurunani populasi tersebut menunjukkan perlunya pemantauan populasi MEP dii alami untuk lebih mengetahui kondisi populasisnya yang sedang berubah (Umapathy et al., 2003). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September 2023 di Ekosistem Rawa Air Tawar Danau Tangkas dengan luas sekitar 25 Ha di Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Tujuan dari penelitian ini menganalisis populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Ekosistem Rawa Air Tawar Danau Tangkas, menganalisis perubahan perilaku makan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Ekosistem Rawa Air Tawar Danau Tangkas Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode jalur yang dilakukan dengan sengaja (purposive sampling) pada titik pengamatan yaitu tempat dimana terdapatnya populasi monyet ekor panjang yang di temukan di Ekosistem Rawa Air Tawar Danau Tangkas. Dari hasil penelitian MEP di Ekosistem Rawa Air Tawar Danau Tangkas di temukan dalam 3 kelompok pada 3 jalur pengamatan. Ukuran populasi setiap kelompok MEP yang hidup di Ekosistem Rawa Air Tawar Danau Tangkas berbeda-beda dengan kepadatan individu MEP yang terdapat di Ekosistem Rawa Air Tawar Danau Tangkas yaitu 1,67 individu/ha dengan populasi dugaan sebesar 14 individu. Adapun faktor penyebab yang memicu MEP datang ke tempat sampah untuk mencari makan di kawasan Wisata Danau Tangkas yaitu karena terbiasa diberi makan oleh pengunjung/wisatawan. Perubahan perilaku makan terjadi pada kelompok yang berada dijalur 2 atau kelompok B, hal ini dikarenakan jalur 2 yang berdekatan dengan area wisata dan didominasi pada kelas umur remaja. Remaja mendapatkan makan dengan cara merebut makanan antar sesama monyet, hal ini terjadi karena kelas remaja lebih aktif dalam mencari makan sedangkan jantan dewasa hanya ingin menguasai makan terlebih dahulu. 
Institution Info

Universitas Jambi