Abstract :
Diare adalah pengeluaran feses dengan frekuensi yang tidak normal
(meningkat) dan konsitensi feses yang lebih lembek atau cair. Secara umum, diare
dibagi menjadi dua kategori, yaitu Infeksius dan non-Infeksius. Kegiatan
pengamatan dilakukan setiap hari atau seminggu sekali untuk kontrol penyakit
apabila saat pemeriksaan terdapat ternak yang terserang penyakit. Tujuan
penulisan Karya Tulis Ilmiah ini untuk mengetahui penanganan kasus diare pada
pedet dan penyebab diare pada pedet di Desa Lubuk Ruso Kecamatan Pemayung.
Kegiatan dilakukan setiap hari atau seminggu sekali untuk melakukan penanganan
penyakit apabila saat pemeriksaan terdapat ternak yang terserang penyakit.
Materi yang digunakan adalah 1 ekor pedet Limosin betina dengan umur 6
bulan. Obat yang digunakan yaitu Colibact®
Inj, Biosan TP®
Inj, dan Sulpidon®
Inj. Alat yang dipakai yaitu sarung tangan, spuit 10 ml berjumlah 3 buah.
Pemeriksaan yang dilakukan yaitu ±berat badan, anamnesa, pemeriksaan fisik,
dan pemeriksaan gejala klinis
Berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan gejala klinis
dengan suhu 40,10C dan feses encer dan berbau busuk didiagnosa diare.
Penyuntikkan Colibact®
Inj dan Sulpidon®
Inj 1 kali, Biosan TP®
Inj 2 kali.
Penanganan yang dilakukan dengan pemberian obat anti Bakteri menggunakan
obat Colibact®
Inj dengan dosis 10 ml, pemberian Biosan TP®
Inj dengan dosis
pemberian 10 ml untuk menjaga stamina dan meningkatkan daya tahan tubuh
sapi, kemudian pemberian obat Sulpidon®
Inj dengan dosis 10 ml diinjeksi secara
Intramuscular, obat ini efektif diberikan pada sapi diare.
Pengobatan diare menggunakan obat Colibact®
Inj, Biosan TP®
Inj, dan
Sulpidon®
Inj. Pada hari ke-5 pedet Limosin terkena diare mulai menunjukkan
kesembuhan.
Kata Kunci: Sapi Limosin; Diare; Pengobatan; Lubuk Ruso.