Abstract :
Penelitian ini berfokus pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi dan mengkaji dampak Pengembangan Sumber Daya Manusia (HRD) dan Kompetensi terhadap motivasi, inovasi, dan kepuasan anggotanya. Dalam konteks penegakan hukum terkait narkotika, HRD memainkan peran penting dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota BNN. Penelitian ini mengkaji dampak variabel Pengembangan Sumber Daya Manusia (HRD), Kompetensi, Inovasi, dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja di Badan Narkotika Nasional (BNN). Penelitian ini menggunakan desain survei, instrumen dibuat dan divalidasi melalui prosedur sebagai berikut: CVI, Setelah dilakukan validasi, data dari populasi ialah sebagai suatu kumpulan subjek, variabel, konsep, atau fenomena. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 530 populasi dan digunakan G power untuk menentukan sampelnya, sehingga responden dalam penelitian ini berjumlah 220 dan dapat diolah sebanyak 195 responden dan dianalisis melalui langkah sistematik Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM)Hasil penelitian menunjukkan bahwa HRD secara substansial berkontribusi terhadap Inovasi (?=0.633, p=0.000, f²=0.444) dan Motivasi (?=0.461, p=0.001, f²=0.181). Namun, HRD tidak memiliki dampak signifikan pada Kepuasan Kerja di BNN (?=0.052, p=0.582, f²=0.002), yang mengundang penelitian lebih lanjut. Kompetensi berpengaruh positif terhadap Inovasi (?=0.346, p=0.006, f²=0.133), Motivasi (?=0.509, p=0.000, f²=0.220), dan Kepuasan Kerja (?=0.441, p=0.002, f²=0.171), serta Motivasi berdampak positif terhadap Kepuasan Kerja (?=0.425, p=0.006, f²=0.101). Namun, beberapa hipotesis yang melibatkan Inovasi tidak signifikan, menunjukkan kompleksitas hubungan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan strategi SDM dan kompetensi di BNN.