Abstract :
PT Bukit Asam,Tbk melakukan kegiatan pemberaian overburden di wilayah
Pit 3 Timur Banko Barat yang peledakannya menggunakan nonelektrik detonator.
Parameter keberhasilan dari suatu kegiatan peledakan adalah fragmentasi batuan.
Fragmentasi batuan berperan dalam pencapaian target produksi excavator, oleh
karena itu distribusi fragmentasi berkaitan dengan geometri peledakan dan
lamanya waktu penggalian (digging) serta perencanaan peledakan yang akan
dilakukan. Dari pengamatan dilapangan masih terdapat fragmentasi batuan yang
berukuran boulder 121 cm pada 10 kali peledakan dengan target boulder tidak
lebih dari 20% dan ketetapan waktu digging dari perusahaan yaitu 12 detik. Tujuan
penelitian ini adalah melihat kesesuaian antara geometri peledakan rancangan
dengan geometri peledakan aktual, mengetahui pengaruh geometri peledakan
terhadap fragmentasi, dan mengetahui pengaruh dari ukuran fragmentasi terhadap
digging time. Metode yang digunakan untuk menentukan ukuran boulder adalah
metode kuz-ram dan software wipfrag dan juga menggunakan perhitungan cycle
time yang difokuskan pada waktu penggalian (digging). Hasil perhitungan metode
kuz-ram mendapatkan persentase ukuran boulder sebesar 30,53%, dan digging time
15-17 detik. Tidak tercapainya target fragmentasi dan digging time disebabkan
karena adanya ketidaksesuaian antara geometri peledakan rancangan dan geometri
peledakan aktual yang menyebabkan alat gali muat tidak bekerja secara optimal,
maka perlu nya perhitungan geometri rekomendasi persamaan R.L.Ash dengan
nilai burden 5,4 m, spacing 8,1 m, stemming 3,8 m, powder column 4,2 m,
kedalaman lubang ledak 8 m, powder factor 0,3 kg/m3, dengan ukuran rata-rata
fragmentasi 31 cm, dan didapatkan prediksi melalui perhitungan kuz-ram
persentase tertahan pada ukuran 121 cm yaitu 9,13% dan prediksi waktu digging
12,74 detik, yang artinya telah memenuhi target atau standar dari perusahaan.
Kata Kunci : Peledakan, Boulder, Geometri , Fragmentasi, Wipfrag, Kuz-Ram, Waktu
Penggalian