Abstract :
Teknik pemantauan lereng tambang secara signifikan berkembang
seiring dengan kemajuan teknologi. Slope stability radar (SSR) meruapakn salah
satu alat pemantauan lereng yang memiliki kelebihan dalam memantau
keadaan lereng secara real time dengan jangkauan yang luas. Pengambilan data
dilakukan di PT Kuansing Inti Makmur pada daerah sidewall blok 7 (pernah
mengalami longsor) dengan koordinat piksel SSR, yaitu x = 205 dan y = 13 dari
bulan Januari hingga April tahun 2023. Selama pengamatan, dominan
menunjukkan perilaku deformasi linier dan terdapat satu kali kejadian longsor
pada tanggal 24 Januari pukul 19:37. Kejadian longsor dapat diprediksi waktu
kejadiannya dengan menggunakan metode inverse velocity, apabila
menggunakan pembacaan velocity calculation periods (VCP) 60 prediksi waktu
terjadinya longsor pada tanggal 23 Januari pukul 21:52, artinya terdapat
perbedaan 21 jam 15 menit lebih cepat dibandingkan waktu aktual dan
pembacaan VCP 60 lebih efektif digunakan karena nilai waktu prediksinya lebih
mendekati waktu aktual longsor dibandingkan dengan pembacaan VCP 360 dan
VCP 1440. Nilai faktor keamanan (FK) sebelum dilakukan back analysis pada
properti material ialah 1,666 artinya nilai tersebut termasuk dalam kategori
stabil dengan tidak terjadi perpindahan (displacemet). Setelah dilakukan back
analysis pada back analysis -50% dengan terjadinya perpindahan (displacemet)
sejauh ? 3,75E-03 m dan nilai FK 0,933 < 1,25 dengan kemungkinan nilai
parameter material properti, yaitu kohesi ? 33,215 kPa ; dan sudut geser dalam
? 13,650. Nilai rekomendasi ambang batas dapat diketahui dengan
menggunakan metode upper control limit (UCL) dan critical value. Untuk VCP 60,
nilai rekomendasi alarm ialah 2,4192 mm/jam dengan critical value sebesar
9,8444 mm/jam. Untuk VCP 360, nilai rekomendasi alarm ialah 1,7844
mm/jam dengan critical value sebesar 9,9477 mm/jam. Untuk VCP 1440, nilai
rekomendasi alarm ialah 3,8660 mm/jam dengan critical value sebesar 12,5222
mm/jam.