Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Gerakan
Literasi Sekolah (GLS) di sebuah sekolah dasar. Penelitian dilakukan dengan metode
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode evaluasi yang digunakan adalah metode
evaluasi konteks, input, proses dan produk (CIPP). Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah
model interaktif antara pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Penelitian ini akan menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber
serta member checking untuk memastikan keabsahan data. Setelah dilakukan penelitian
ditemukan bahwa berdasarkan konteks kepala sekolah menggerakkan GLS untuk
meningkatkan minat baca murid, terutama karena rendahnya minat baca dan minimnya
program dan fasilitas literasi di sekolah. Untuk meningkatkan efektivitas Gerakan Literasi
Sekolah (GLS), sekolah perlu mengintegrasikan visi misi guna memberikan motivasi
kepada guru dan murid. Selain itu, perlu dilakukan pembentukan Tim Literasi Sekolah
(TLS) dan pengembangan Standar Operating Procedure (SOP) terkait literasi, serta
optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana. Dalam prosesnya, diperlukan perbaikan
konsistensi pelaksanaan kegiatan membaca. Evaluasi oleh guru dan kepala sekolah harus
dilakukan secara rinci dan terdokumentasi untuk menjadi dasar analisis kemajuan murid.
Guru juga perlu meningkatkan kreativitas dalam mencari media pembelajaran, serta
memberikan pendampingan pribadi kepada murid untuk mengenali gaya belajar mereka,
sehingga produk yang dihasilkan dapat mencapai hasil maksimal. Meskipun terdapat
peningkatan nilai akademik dalam rentang waktu pelaksanaan GLS, produk yang
dihasilkan belum sepenuhnya mencapai tujuan utama GLS, yakni membangkitkan minat
baca dan menciptakan ekosistem literat. Oleh karena itu, sebaiknya program ini tetap
berlanjut dengan melakukan perbaikan sesuai dengan indikator yang belum terpenuhi.