Abstract :
Pengukuran volume batubara merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
suatu perusahaan tambang dengan tujuan untuk mengetahui volume batubara yang
tertambang. Dari kegiatan pengukuran digunakan 2 (dua) metode yaitu Survey dan
Truck Count dimana sering terjadi ketidaksesuaian dari volume batubara. Oleh
karena itu, perlu adanya pengendalian dari masalah ini untuk dilakukan analisis
dengan tujuan untuk meminimalisasi terjadinya selisih dari pengukuran volume
batubara. Pada bulan mei tahun 2023 didapatkan selisih volume batubara pada
StockROM Pit dengan persentase sebesar 8,121% dimana ini menunjukan selisih
yang sudah melewati nilai ambang batas perusahaan yaitu sebesar 3%. Hal ini
memiliki faktor penyebab yaitu, dihitungnya material yang tidak tertambang akibat
coal damage sehingga menyebabkan volume dari pengolahan cenderung besar
yaitu ±65% dari selisih yang terjadi pada perhitungan di StockROM Pit.
Selanjutnya, kegiatan pengukuan yang dilakukan dengan inisiasi yang salah, alat
total station yang belum dikalibrasi dan belum dilakukannya uji petik pada metode
truck count sejak bulan maret 2023.