Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan, memahami, menjelaskan, dan
memperoleh gambaran tentang Peran Guru Penggerak dalam Program Merdeka
Belajar di SMP Negeri 3 Tanjung Jabung Timur melalui keadaan yang ada pada
masa sekarang atau masalah aktual yang ada di sekolah menengah pertama. Serta
data yang telah dikumpulkan lalu disusun dan dianalisis. Penelitian ini dilakukan di
SMP Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, yang beralamat di Jalan Delta Nipah Panjang
II Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pendekatan yang digunakan di dalam
penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara kepada 4
informan di SMP Negeri 3 Tanjung Jabung Timur.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 peran Guru Penggerak dalam
Merdeka Belajar yaitu: 1) menjadi pemimpin pembelajaran, 2) menjadi coach bagi
guru lain, 3) mendorong kolaborasi, 4) mewujudkan kepemimpinan murid, 5)
menggerakkan komunitas praktisi. Dengan menjalankan prinsip among Ki Hadjar
Dewantara dan pola pikir inkuiri-apresiatif diharapkan Guru Penggerak mampu
menjalankan peran-perannya. Guru Penggerak akan mendorong adopsi pemikiran
dan tindakan strategis di tengah komunitasnya, jadi mereka akan lebih banyak
membangun percakapan dan kapabilitas strategis komunitasnya tidak cuma soal
operasional dan teknis saja. Dalam menjalankan peran menjadi coach bagi guru
lain, terutama yang terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran bagi murid di
sekolah, Guru Penggerak dituntut untuk berdaya dalam menemani dan menuntun
rekan sejawatnya itu untuk menelaah proses belajar mereka sendiri. Guru
Penggerak harus punya pandangan apresiatif yang memungkinkan pengungkapan
potensi positif rekan yang lain. Mereka membuka lebih banyak ruang dialog positif
antar guru, antara guru dan pemangku kepentingan baik di dalam maupun di luar
sekolah demi meningkatkan kualitas pembelajaran bagi murid. Guru Penggerak
senantiasa memampukan diri untuk menuntun murid di sekolahnya agar murid
mereka sadar bahwa sebagai murid di saat ini, mereka juga adalah wajah Indonesia
di masa depan, sehingga mereka berdaya dan turut aktif berkontribusi pada makin
indahnya dunia di masa depan sejak sekarang. Komunitas belajar inilah yang
menjadi wahana perjumpaan profesional para guru. Komunitas belajar ini
memungkinkan terjadinya dialog akademik, percakapan profesional, perencanaan
strategis, diskusi teknis secara kolaboratif, terkait dengan upaya peningkatan
kualitas pembelajaran sekaligus membuahkan inovasi pembelajaran (cara baru atau
cara pandang baru) yang berdampak positif bagi murid.