Abstract :
Latar Belakang : Dampak merokok menjadi masalah utama pada negara berkembang. Perokok di Indonesia meningkat setiap tahun dengan rentang usia terbesar antara 15-64 tahun yang diikuti dengan peningkatan penyakit paru. Tumbuhan cempedak mengandung zat aktif flavonoid, fenol, dan tanin yang merupakan zat aktif sebagai antioksidan penangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit cempedak dan mengetahui dosis terbaik yang dapat mencegah kerusakan mikroskopis paru pada sampel.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan model Only Posttest Control Group Design. Organ paru tikus dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan hematoksilin eosin dan diamati menggunakan mikroskop dengan pembesaran 400x dalam 5 lapangan pandang serta di nilai berdasarkan kriteria skoring kerusakan paru menurut Hansel dan Barnes. Kriteria yang diamati adalah destruksi septum alveolar dan infiltrasi sel radang makrofagh. Uji statistik menggunakan Kruskal-wallis dengan alpha 0,05
Hasil : Pada pengamatan ditemukan perbedaan berdasarkan gambaran skoring pada perlakuam ekstrak dan kelompok kontrol. Hasil uji Kruskal-wallis menunjukan P-value destruksi septum alveolar sebesar 0,390 dan infiltrasi sel radang makrofagh sebesar 0,216.
Kesimpulan : Pemberian ekstrak kulit cempedak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kerusakan paru tikus yang dipapar asap rokok.
Kata kunci: Ekstrak Kulit Buah Cempedak (Artocarpus integer), Kerusakan Paru, Tikus Wistar Jantan, Asap Rokok.