Abstract :
Kalimantan Selatan tepatnya di lembar Kotabaru memiliki batuan dasar
berupa Ofiolit yang merupakan batuan kerak Samudra yang kemudian terangkat
kepermukaan dan menjadi Formasi pembawa batuan Ultramafik. Batuan
ultramafik berupa serpentinit ditemukan tersingkap secara luas sebagai pembawa
endapan laterit. Laterit di Pulau Sebuku cenderung memiliki kandungan nikel
yang rendah dengan kandungan besi yang tinggi, sehingga penelitian mengenai
pengayaan bijih besi menarik untuk dilakukan agar mengetahui kondisi geologi,
karakteristik laterit, dan pengayaan besi pada laterit serpentinit di lokasi
penelitian. Tahapan penelitiannya yaitu dengan melakukan interpretasi melalui
peta Topografi dengan skala 1: 50.000 dan peta geologi regional. Tahapan
selanjutnya yaitu dengan pengamatan langsung di lapangan untuk mengambil data
geomorfologi, struktur geologi dan stratigrafi dengan mengambil sampel batuan.
Tahapan selanjutnya yaitu pengambilan data bor vertikal yang digunakan untuk
analisis geokimia. Tahapan selanjutnya yaitu menganalisis petrografi sampel
batuan dari lapangan dan dari bor serta analisis geokomia berupa XRF untuk
sampel bor laterit. Kondisi geologi yang didapat yaitu lokasi penelitian memiliki
pola pengaliran dendritik, bentukan asal denudasional dan flivual, stratigrafinya
batuan gabro mengintrusi serpentinit dengan ketidakselarasan terhadap endapan
aluvial, dan struktur geologi berupa sesar mendatar kiri. Laterit memiliki
ketebalan 12 meter dengan tebal limonit 11 meter dan saprolit 1 meter. Batuan
dasarnya berupa serpentinit. Bijih besi memiliki konsentrasi tertinggi di zona
limonit dengan kadar 22-46 %. Pengayaan di lapisan limonit ini terjadi karena
unsur Fe bersifat non mobile sehingga tidak tercuci sempurna saat proses laterisasi
oleh air meteorik dan air tanah.