DETAIL DOCUMENT
Geologi dan pengayaan Bijih besi pada laterit Serpentinit di Pt. Sebuku Iron Lateritic Ores provinsi Kalimantan Selatan
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jambi
Author
Arbiliandi, Arbiliandi
Subject
QE Geology 
Datestamp
2024-01-09 07:40:57 
Abstract :
Kalimantan Selatan tepatnya di lembar Kotabaru memiliki batuan dasar berupa Ofiolit yang merupakan batuan kerak Samudra yang kemudian terangkat kepermukaan dan menjadi Formasi pembawa batuan Ultramafik. Batuan ultramafik berupa serpentinit ditemukan tersingkap secara luas sebagai pembawa endapan laterit. Laterit di Pulau Sebuku cenderung memiliki kandungan nikel yang rendah dengan kandungan besi yang tinggi, sehingga penelitian mengenai pengayaan bijih besi menarik untuk dilakukan agar mengetahui kondisi geologi, karakteristik laterit, dan pengayaan besi pada laterit serpentinit di lokasi penelitian. Tahapan penelitiannya yaitu dengan melakukan interpretasi melalui peta Topografi dengan skala 1: 50.000 dan peta geologi regional. Tahapan selanjutnya yaitu dengan pengamatan langsung di lapangan untuk mengambil data geomorfologi, struktur geologi dan stratigrafi dengan mengambil sampel batuan. Tahapan selanjutnya yaitu pengambilan data bor vertikal yang digunakan untuk analisis geokimia. Tahapan selanjutnya yaitu menganalisis petrografi sampel batuan dari lapangan dan dari bor serta analisis geokomia berupa XRF untuk sampel bor laterit. Kondisi geologi yang didapat yaitu lokasi penelitian memiliki pola pengaliran dendritik, bentukan asal denudasional dan flivual, stratigrafinya batuan gabro mengintrusi serpentinit dengan ketidakselarasan terhadap endapan aluvial, dan struktur geologi berupa sesar mendatar kiri. Laterit memiliki ketebalan 12 meter dengan tebal limonit 11 meter dan saprolit 1 meter. Batuan dasarnya berupa serpentinit. Bijih besi memiliki konsentrasi tertinggi di zona limonit dengan kadar 22-46 %. Pengayaan di lapisan limonit ini terjadi karena unsur Fe bersifat non mobile sehingga tidak tercuci sempurna saat proses laterisasi oleh air meteorik dan air tanah. 
Institution Info

Universitas Jambi