Abstract :
Penambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Kabupaten Sarolangun merupakan
wilayah yang melepaskan emisi merkuri terbesar di Provinsi Jambi sehingga
termasuk dalam indikator lokasi berdasarkan Permen LHK Nomor
P.81/MENLHK/SETJEN/KUM.1. Merkuri memiliki pengaruh terhadap kesehatan
masyarakat terutama komunitas PESK. Tujuan penelitian adalah menganalisis
hubungan faktor sosiodemografi, kegiatan penambangan dan persepsi risiko
pekerja penambang emas di Kecamatan Limun. Metode penelitian mix methods
dengan pendekatan sequential explanatoris dilakukan pada empat desa dengan 15
responden yang telah tinggal dan bekerja sebagai PESK di Kecamatan Limun
minimal 5 tahun. Wawancara menggunakan kuesioner tentang faktor risiko
kontaminasi merkuri dan pedoman wawancara mendalam tentang persepsi risiko.
Pengukuran kontaminasi merkuri pada rambut menggunakan Cold Vapor Atomic
Aabsorbtion Spectroscopy di Laboratorium PT. ALS Indonesia. Analisis data
menggunakananalisis korelasi Spearman Ranks dan uji Fisher Exact dan analisis
dominan untuk mengetahui persepsi risiko. Penambangan emas di Kecamatan
Limun dilakukan dengan metode manual, alat dompeng dan alat berat eksavator
dengan metode amalgamasi dalam pemisahan emas. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat satu orang pekerja (6,7%) yang memiliki kontaminasi merkuri di atas NAB
yakni 1 mg/kg. Faktor risiko yang mempengaruhi kontaminasi merkuri pada
pekerja PESK adalah durasi kerja (r = 0,558, P-value = 0,031). Hasil analisis
persepsi risiko menunjukkan penambang bersedia melakukan tindakan pencegahan
dengan menggunakan APD, penambang memiliki persepsi yang negatif terkait
ancaman penyakit karena mereka belum pernah merasakan dampak yang serius,
penambang emas di Kecamatan Limun percaya bahwa ancaman penyakit di masa
yang akan datang dapat mereka atasi dengan tindakan pencegahan berupa
menggunakan APD dan berhati-hati dalam bekerja. Saran : metode eliminasi yakni
dengan menghilangkan penggunaan merkuri perlu dilakukan untuk menghilangkan
dampak penggunaan merkuri, untuk meminimalisir dampak dapat dilakukan
dengan metode subtitusi atau mengganti logam berat merkuri dengan sianidasi,
rotasi kerja dan penggunaan APD.
Kata Kunci : Kontaminasi Merkuri, Faktor Risiko, dan Persepsi Risiko