DETAIL DOCUMENT
Faktor Risiko Kontaminasi Merkuri dan Persepsi Risiko Pekerja Penambangan Emas Skala Kecil di Kabupaten Sarolangun
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jambi
Author
Agustin, Rista
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2024-01-10 07:19:45 
Abstract :
Penambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Kabupaten Sarolangun merupakan wilayah yang melepaskan emisi merkuri terbesar di Provinsi Jambi sehingga termasuk dalam indikator lokasi berdasarkan Permen LHK Nomor P.81/MENLHK/SETJEN/KUM.1. Merkuri memiliki pengaruh terhadap kesehatan masyarakat terutama komunitas PESK. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan faktor sosiodemografi, kegiatan penambangan dan persepsi risiko pekerja penambang emas di Kecamatan Limun. Metode penelitian mix methods dengan pendekatan sequential explanatoris dilakukan pada empat desa dengan 15 responden yang telah tinggal dan bekerja sebagai PESK di Kecamatan Limun minimal 5 tahun. Wawancara menggunakan kuesioner tentang faktor risiko kontaminasi merkuri dan pedoman wawancara mendalam tentang persepsi risiko. Pengukuran kontaminasi merkuri pada rambut menggunakan Cold Vapor Atomic Aabsorbtion Spectroscopy di Laboratorium PT. ALS Indonesia. Analisis data menggunakananalisis korelasi Spearman Ranks dan uji Fisher Exact dan analisis dominan untuk mengetahui persepsi risiko. Penambangan emas di Kecamatan Limun dilakukan dengan metode manual, alat dompeng dan alat berat eksavator dengan metode amalgamasi dalam pemisahan emas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat satu orang pekerja (6,7%) yang memiliki kontaminasi merkuri di atas NAB yakni 1 mg/kg. Faktor risiko yang mempengaruhi kontaminasi merkuri pada pekerja PESK adalah durasi kerja (r = 0,558, P-value = 0,031). Hasil analisis persepsi risiko menunjukkan penambang bersedia melakukan tindakan pencegahan dengan menggunakan APD, penambang memiliki persepsi yang negatif terkait ancaman penyakit karena mereka belum pernah merasakan dampak yang serius, penambang emas di Kecamatan Limun percaya bahwa ancaman penyakit di masa yang akan datang dapat mereka atasi dengan tindakan pencegahan berupa menggunakan APD dan berhati-hati dalam bekerja. Saran : metode eliminasi yakni dengan menghilangkan penggunaan merkuri perlu dilakukan untuk menghilangkan dampak penggunaan merkuri, untuk meminimalisir dampak dapat dilakukan dengan metode subtitusi atau mengganti logam berat merkuri dengan sianidasi, rotasi kerja dan penggunaan APD. Kata Kunci : Kontaminasi Merkuri, Faktor Risiko, dan Persepsi Risiko 
Institution Info

Universitas Jambi