Abstract :
Tujuan penelitian ini yakni untuk menguji pengaruh langsung self-esteem,
motivasi kerja dan komunikasi organisasi terhadap kinerja, maupun tidak langsung
melalui variabel kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan metode survei korelasional untuk menguji pengaruh antar variabel. Sebanyak
123 guru dari 2 sekolah menjadi populasi dalam penelitian ini. Selanjutnya dengan
menggunakan teknik simple random sampling diperoleh sebanyak 92 guru sebagai
sampel. Instrumen yang peneliti gunakan untuk mengumpulkan data di antaranya
instrumen penilaian kinerja guru yang peneliti kembangkan berdasarkan 14 butir
kompetensi guru, Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), Rosenberg SelfEsteem Scale (RSE), Multidimensional Work Motivation Scale (MWMS), dan
Organizational Communication Scale. Data penelitian akan diuji dengan
menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) PLS.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) tidak terdapat pengaruh self-esteem
terhadap kinerja guru; 2) terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru
sebesar 22,7%%; 3) terdapat pengaruh komunikasi organisasi terhadap kinerja guru
sebesar 28,6%%; 4) terdapat pengaruh self-esteem terhadap kepuasan kerja sebesar
42,4%; 5) terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 22,6%;
6) terdapat pengaruh komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja 33,1%; 7)
terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru sebesar 34,8%; 8) terdapat
pengaruh self-esteem terhadap kinerja guru melalui kepuasan kerja sebagai variabel
intervening sebesar 14,7%; 9) terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru
melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening sebesar 7,9%; dan 10) terdapat
pengaruh komunikasi organisasi terhadap kinerja guru melalui kepuasan kerja sebagai
variabel intervening sebesar 11,5%.
Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, seperti jumlah responden
yang masih terbatas. Selain itu model jalur yang dirumuskan juga belum terlalu
kompleks, padahal masih terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi kinerja
guru. Namun demikian hasil penelitian ini memiliki implikasi terhadap pengambilan
kebijakan terkait peningkatan kinerja guru. Pimpinan sekolah perlu mengidentifikasi
faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru, selanjutnya memberikan intervensi
peningkatan kinerja guru baik melalui in-job training maupun off-job training.