Abstract :
Carboxymethyl Cellulose atau disingkat menjadi CMC adalah salah satu
produk turunan dari selulosa yang disintesis melalui proses esterifikasi dengan
menggunakan reagen berupa Natrium Monokloroasetat atau NaMCA. Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui nilai serap adsorben CMC terhadap ion logam
Fe3+. Dalam tubuh manusia zat besi atau ion Fe3+ memiliki kegunaan yang
sangat penting, yaitu untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan
dan mengangkut elektron di dalam proses pembentukan energi pada sel. Tetapi
ion Fe ini merupakan salah satu senyawa logam berat yang sangat berbahaya
bagi tubuh mahluk hidup jika konsentrasinya terlalu tinggi. Untuk mengurangi
dampak dari ion logam berat ini ialah dengan menggunakan adsorben alam
yaitu CMC dari kulit buah aren. Proses awalnya yaitu dengan menggunakan
tahap dewaxing untuk menghilangkan zat ekstraktif pada kulit buah aren
menggunakan pelarut organik yaitu etanol dan toluena dengan perbandingan
1:2. Dilanjutkan dengann tahap delignifikasi untuk memutuskan ikatan lignin
dan hemiseulosa menggunakan NaOH dengan konsentrasi 4%. Lalu selanjutnya
tahap bleaching atau pemutihan untuk memberikan warna serta
menghilangkan kandungan lignin dan hemiselulosa yang masi tersisa dengan
menggunakan larutan NaOCl. Dilanjutkan dengan mensintesis selulosa dengan
tahap alkalisasi menggunakan larutan NaOH 30% guna mensubstitusi gugus ?
OH dengan NaOH pada selulosa. Dilanjutkan tahap karboksilasi dengan
menggunakan reagen NaMCA untuk menambahkan gugus karboksil kedalam
selulosa sehingga terbentuk Na-CMC untuk menyerap ion logam Fe3+. CMC
yang diperoleh diuji dengan menggunakan instrumen FTIR dan SEM. Proses
adsorpsi ion logam Fe3+ dilakukan dengan variasi pH, Waktu Kontak dan
Konsentrasi. Yang dimana diperoleh adsorpsi optimum pada pH 5, waktu
kontak 90 menit dan konsentrasi pada 150 ppm.