Abstract :
Tanaman Pinang merupakan salah satu komoditi perkebunan di Indonesia yang digunakan sebagai stimulasi dengan sirih, kapur dan tembakau serta juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri dan farmasi untuk mewarnai kain dan kapas. Tanah gambut yang merupakan tanah yang menjadi daerah pengembangan untuk Pinang Betara. Tanah gambut dikenal memiliki kandungan bahan organik yang tinggi, namun memiliki kandungan hara makro N, P, K tersedia yang rendah untuk tanaman. Oleh karna itu perlu adanya usaha untuk meningkatkan pertumbuhan bibit pinang di lahan gambut yaitu dengan menggunakan pupuk organik cair (POC). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu K0 = tanpa perlakuan (kontrol); K1 = kosentrasi 10% POC; K2 = kosentrasi 20% POC; K3 = kosentrasi 30% POC; K4 = kosentrasi 40% POC;. Variabel yang diamati yaitu pertambahan tinggi bibit pinang, pertambahan diameter bibit pinang, pertambahan jumlah daun, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Hasil penelitian di peroleh Pemberian pupuk organik cair dari kotoran sapi, urin sapi dan kulit pisang pada pembibitan tanaman pinang belum berpengaruh untuk meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat tajuk dan berat kering akar serta Pemberian pupuk organik cair (POC) dari kotoran sapi, urin sapi dan kulit pisang belum mampu memberikan hasil yang tebaik dalam pertumbuhan bibit tanaman pinang.