Abstract :
Limbah padat di pabrik kelapa sawit merupakan limbah yang berpotensi
memberikan dampak negatif terhadap lingkungan apabila tidak dimanfaatkan
dengan baik. Salah satu limbah padat pabrik kelapa sawit yaitu tandan kosong
kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan menjadi mulsa tandan kosong kelapa
sawit di lahan kelapa sawit. Lahan kelapa sawit PT Bina Mitra Makmur
menggunakan mulsa dan pupuk anorganik sebagai sumber unsur hara. Mulsa
dan pupuk anorganik yang digunakan dapat mengandung logam berat, seperti
Pb dan Cd. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kandungan logam Pb dan
Cd dalam tanah, serabut, dan inti kelapa sawit. Penelitian ini melakukan
pengujian kandungan Pb dan Cd dalam tanah di lokasi penelitian pada
kedalaman 0 ? 20 cm dan 20 ? 40 cm, serabut kelapa sawit, dan inti kelapa sawit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Pb dan Cd kandungan
Pb dan Cd tanah pada lahan yang diaplikasi pupuk anorganik lebih besar
dibandingkan dengan kandungan Pb dan Cd tanah pada lahan diaplikasi mulsa,
dimana pada lahan yang diaplikasi mulsa tingkat pencemaran Pb termasuk
kategori sangar sedikit terkontaminasi, sedangkan Cd termasuk kategori cukup
tercemar, sedangkan pada lahan pupuk anorganik termasuk tercemar berat.
Pada lahan yang diaplikasikan mulsa kandungan Pb dan Cd serabut dan inti
kelapa sawit lebih kecil dibandingkan dengan kandungan Pb dan Cd serabut dan
inti kelapa sawit pada lahan yang diaplikasi pupuk anorganik