Abstract :
Industri kelapa sawit merupakan salah satu industri yang memiliki peran
penting dalam meningkatkan perekonomian. Dalam pengembangannya industri
kelapa sawit mengolah tandan buah segar menjadi crude palm oil (CPO) akan
menghasilkan limbah, salah satunya yaitu limbah cair pabrik kelapa sawit.
Limbah cair pabrik kelapa sawit mempunyai kandungan hara yang dapat
dimanfaatkan untuk pertumbuhan kelapa sawit. Selain itu, dapat memberikan
kelembaban tanah, meningkatkan sifat fisik-kimia tanah, serta dapat
meningkatkan status hara tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
bagaimana pengaruh limbah cair pabrik kelapa sawit terhadap konsentrasi logam
berat Cd dan Pb pada tanah, serabut, dan inti kelapa sawit. Metode penelitian ini
yaitu metode purposive sampling yakni teknik pengambilan sampel dengan
pertimbangan tertentu, dengan pengambilan sampel tanah, serabut kelapa sawit
dan inti kelapa sawit di lahan kontrol, areal aplikasi limbah cair pabrik kelapa
sawit (rorak), dan areal antara rorak dan tanaman, untuk melakukan pengujian
konsentrasi Cd dan Pb menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometers
(AAS).
Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, konsentrasi Cd dan Pb pada
tanah lahan kontrol, areal aplikasi limbah cair pabrik kelapa sawit (rorak), dan
antara areal aplikasi limbah cair pabrik kelapa sawit (rorak) dan tanaman
didapatkan konsentrasi Cd tertinggi terdapat pada areal aplikasi limbah cair
pabrik kelapa sawit di kedalaman 0-20 cm sebesar 1,460 mg/kg dan untuk
konsentrasi Pb tertinggi terdapat pada aplikasi limbah cair pabrik kelapa sawit di
kedalaman 0-20 cm sebesar 1,626 mg/kg. Konsentrasi logam berat Cd dan Pb
pada serabut kelapa sawit dan inti kelapa sawit di lahan kontrol dan areal aplikasi
limbah cair pabrik kelapa sawit didapatkan konsentrasi Cd tertinggi pada serabut
kelapa sawit di areal aplikasi limbah cair pabrik kelapa sawit sebesar 0,038
mg/kg dan untuk konsentrasi Pb tertinggi didapatkan pada serabut kelapa sawit
di areal aplikasi limbah cair pabrik kelapa sawit sebesar 0,076 mg/kg.
Konsentrasi Cd pada inti kelapa sawit tertinggi terdapat pada inti kelapa sawit di
areal aplikasi limbah cair pabrik kelapa sawit dengan nilai 0,021 mg/kg dan
untuk konsentrasi Pb tertinggi terdapat pada inti kelapa sawit di areal aplikasi
limbah cair pabrik kelapa sawit dengan nilai 0,030 mg/kg.
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu kandungan Cd dan Pb pada tanah
di areal aplikasi limbah cair pabrik kelapa sawit (rorak) lebih tinggi dibandingkan
dengan lahan kontrol dan areal antara rorak dan tanaman. Kandungan Cd dan
Pb pada serabut dan inti kelapa sawit di areal aplikasi limbah cair pabrik kelapa sawit lebih besar dibandingkan dengan kandungan Cd dan Pb dalam serabut dan
inti kelapa sawit di lahan kontrol.