Abstract :
Selama ini penentuan tingkat kematangan buah sawit dilakukan secara visual.
Teknis pemanenan seperti ini menghasilkan rendemen dan kualitas CPO yang
kurang optimal tergantung pada keahlian si pemanen. Saat ini banyak
dikembangkan citra digital sebagai alat sensor untuk penentuan tingkat kematangan
buah. Melalui teknologi pengolahan citra digital, gambar atau foto produk dapat
ditranformasi menjadi suatu nilai yang disebut RGB dan Hue. Penelitian ini
bertujuan menentukan apakah citra digital berbasis RGB dan Hue dapat digunakan
untuk menentukan tingkat kematangan TBS berdasarkan fraksi.
Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap, Tahap 1: Nilai RGB lima Fraksi
(F00, F0, F1,F2, F3) tingkat kematangan tandan buah sawit. Tujuan penelitian
Tahap 1 adalah untuk penentuan pola RGB dan persamaan pendugaan klasifikasi
fraksi tingkat kematangan TBS berdasarkan nilai Hue. Penelitian Tahap 2:
Pengujian akurasi pola RGB dan persamaan pendugaan klasifikasi tingkat
kematangan buah sawit berdasarkan Hue
Dari hasil citra setiap fraksi tingkat kematangan tandan buah sawit diperoleh
pola RGB, nilai RGB untuk fraksi TBS F00: R; 142,841-116,144.,G : 161,582-
143,216; B : 56,054?53,112, F0 : R : 158,765 - 148,267; G : 140,724 - 124,358; B
: 53,323 - 52,207, F1 : R : 179,396 - 161,132; G : 134,984 - 111,219; B : 50,639 ?
42,046, F2 R : 161,354 - R : 140,887; G : 75,546 - G : 64,157; B : 35,589 ? 31,641,
F3 : R : 171,874 - 148,737; G : 43,718 - 42,654; B : 31,211 ? 22,383. Dari konversi
nilai RGB ke nilai Hue diperoleh persamaan