Abstract :
Kambing merupakan salah satu jenis ternak ruminansia yang potensial dikembangkan sebagai ternak penghasil daging dalam rangka pemenuhan kebutuhan daging nasional yang terus meningkat. Tiga puluh lima ekor induk kambing Peranakan Etawa ini dibagi ke dalam empat perlakuan yaitu : P1 (dua kali penyuntikan 2 ml PGF2? dengan jarak 10 hari, dan penyuntikan 400 IU eCG berbarengan dengan penyuntikan PGF2? kedua), P2 (Penyuntikan PGF2? sebanyak 2 ml, Kemudian penyuntikan PGF2? yang kedua sebanyak 2 ml setelah 11 hari), P3 (insersi spons berisi fluorogestone 45 mg dan penyuntikan 2 ml eCG saat pencabutan spons) dan P4 (Ovsynch, Penyuntikan GnRH (Fertagyl MSD) 1 ml. 7 hari kemudian disuntik dengan PGF2? 2 ml. jarak 2 hari disuntik kembali dengan GnRH 1 ml). Perentase yang paling tinggi yaitu dengan perlakuan (P1) PGF2? ?eCG pada fertility rate dengan persentase 80%, pada kidding rate 80%,dan pada fecundity rate mencapai 100%. metode FTAI yang menggunakan kombinasi hormon yang berbeda menimbulkan nilai fertility rate, kidding rate dan Fecundity rate tidak berbedanyata (P>0,05) pada semua perlakuan
Goats are one type of ruminant livestock that have the potential to be developed as meat-producing livestock in order to meet the increasing national demand for meat. Thirty-five Etawa crossbreed goats were divided into four treatments, namely: P1 (two injections of 2 ml of PGF2? with a distance of 10 days, and injection of 400 IU eCG simultaneously with the second injection of PGF2?), P2 (injection of 2 ml of PGF2?, then second injection of PGF2? of 2 ml after 11 days), P3 (insertion of a sponge containing 45 mg fluorogestone and injection of 2 ml of eCG when removing the sponge) and P4 (Ovsynch, injection of GnRH (Fertagyl MSD) 1 ml. 7 days later injected with PGF2? 2 ml. 2 days apart, injected again with 1 ml GnRH). The highest percentage was with treatment (P1) PGF2? ?eCG with a fertility rate of 80%, a childbearing rate of 80%, and a fecundity rate of 100%. The FTAI method which uses different combinations of hormones results in fertility rate, childbearing rate and fecundity rate values that are not significantly different (P>0.05) in all treatments