Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena rendahnya perilaku sopan santun
siswa. Permasalahan sopan santun erat kaitannya dengan keluarga, permasalahan pada
penelitian ini tentang bagaimana perilaku sopan santun anak dan pola atau cara bimbingan
yang seperti apa yang diterapkan orang tua di rumah yang mana hal ini dapat menjadi
contoh bagi anak-anaknya dalam berperilaku sehari-hari dalam lingkungannya terutama di
lingkungan sekolah.
Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan dan mendeskripsikan pola atau cara
bimbingan orang tua dalam mengembangkan perilaku sopan santun siswa SMP Negeri 2
Kota Jambi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus dengan
teknik snowball sampling. Subjek utama dalam penelitian ini yaitu enam orang partisipan
diantaranya tiga siswa beserta masing-masing orang tuanya dan subjek tambahan yang
disebut informan terdiri dari enam orang diantaranya satu orang guru pembimbing kelas
VII D dan VII E, wali kelas VII D dan VII E, serta tiga orang teman sebaya yang akrab dan
berada dalam satu kelas dengan masing-masing partisipan. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan keabsahan data
menggunakan triangulasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi
data, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini berdasarkan teori pelaksanaan peranan keluarga yaitu masing?masing orang tua menerapkan pola atau cara bimbingan yang berbeda dalam
mengembangkan perilaku sopan santun siswa seperti memberikan contoh secara langsung
untuk bersikap ramah dan menyapa orang yang dikenal, mendampingi anak ketika belajar
dan beribadah, mengawasi pergaulan anak, bekerja sama menyelesaikan pekerjaan rumah,
memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan terkait dirinya sendiri
dan mengajarkan anak berbicara dan bersikap lemah lembut kepada sesama manusia.
Adapun kesibukan orang tua dalam bekerja dari pagi hingga petang mengakibatkan anak
menjadi terabaikan dan tanpa disengaja orang tua memberikan contoh negatif seperti
mengucapkan bahasa kasar, memukul, membiarkan anak dengan pergaulan yang tidak
orang tua ketahui,serta tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil
keputusan terkait diri anak itu sendiri. Sehingga hal ini berdampak dan menjadi salah satu
faktor permasalahan sopan santun yang dilakukan anak di lingkungan sekolahnya.
This research is motivated by the phenomenon of low polite behavior
student. Manners problems are closely related to family, problems with
This research is about children's polite behavior and patterns or methods of guidance
which is what parents implement at home which can be the case
an example for their children in their daily behavior in their environment, especially in
school environment.
The aim of this research is to reveal and describe patterns or methods
parental guidance in developing polite behavior for SMP Negeri 2 students
Jambi City. The type of research used is qualitative case study research
snowball sampling technique. The main subjects in this research were six participants
including three students and their respective parents and additional subjects
It is said that the informants consisted of six people, one of whom was a class supervisor
VII D and VII E, homeroom teachers for classes VII D and VII E, as well as three close friends and peers
were in the same class as each participant. Data collection techniques
used are observation, interviews, and documentation with data validity
using triangulation. Then the data analysis technique used is reduction
data, data presentation, and conclusions.
The results of this research are based on the theory of implementing family roles, namely that each parent applies a different pattern or method of guidance
develop students' polite behavior such as providing direct examples
to be friendly and greet people you know, accompany children when studying
and worship, supervise children's interactions, work together to complete homework,
give children the opportunity to make decisions regarding themselves
and teach children to speak and be gentle with fellow humans.
The busyness of parents at work from morning to evening results in children
become neglected and parents unintentionally set negative examples such as
speaking harsh language, hitting, leaving children with inappropriate social groups
parents know, and do not give children the opportunity to take it
decisions regarding the child himself. So this has an impact and becomes one
factors of politeness problems faced by children in their school environment.