Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan pembelajaran
PPPKn pada hasil belajar siswa. Pembelajaran yang disampaikan secara
konvensional cenderung membuat siswa bosan terhadap penyampaian materi
yaang diberikan. Akibatnya siswa malas dalam berpartisipasi dalam kegiatan
proses belajar mengajar yang berlangsung. Terlihat bahwa masih banyak siswa
yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). Hal ini tentunya
menjadi suatu permasalahan yang apabila tidaak ditinjak lanjutkan. Disisi lain
tentunya guru diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang
menyenangkan dan menarik untuk siswa. Sehingga suasana pembelajaran yang
menyenangkan dan menarik untuk siswa. Sehingga siswa menjadi semangat
dalam mengikuti pembelajaran dan pembelajaran tidak membosankan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan hasil belajar siwa
dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning di kelas X Fase E.3
SMA Negeri 11 Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) dengan desain penelitian menggunakan model Kurt Lewin.
Desain penelitian ini didasarkan pada penelitian tindakan kelas yang
dilaksanakan oleh guru PPKn di dalam kelas. Rencana tindakan dalam setiap
siklus penelitian ini dikelompokkan menjadi empat tahap, yaitu: 1. Tahap
perencanaan, 2. Tahap pelaksanaan tindakan, 3. Tahap observasi dan evaluasi, 4.
Tahap analisis refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Fase E. 3 SMA
Negeri 11 Kota Jambi yang berjumlah 32 orang siswa. Data penelitian diperoleh
dari lembar observasi yang terdiri dari lembar observasi aktivitas guru, lembar
observasi aktivitas siswa, lembar tes dan dokumentasi. Kerikteria keberhasilan
yang ditentukan dalam penelitian yaitu 60%.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan nilai ujian semester siswa
pada mata pelajaran PPKn di kelas IX.3 diperoleh 56% atau 17 siswa nilai ujian
semester belum mencapai KKM sedangkan 44% atau 15 siswa nilai ujian
semester sudah mencapai KKM. Dari hasil observasi tersebut menunjukkan hasil
belajar siswa masih rendah. Maka peneliti melakukan perbaikan pada
pembelajaran dengan menerapkan model Discovery Learning. Berdasarkan hasil
siklus I diperoleh persentase rata-rata hasil belajar siswa 54% dengan perolahan
nilai siswa yang tuntas 25% atau 8 orang siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus
II diperoleh persentase hasil belajar siswa 72% dengan perolehan nilai siswa yang
tuntas 59% atau 19 orang siswa yang tuntas . Lalu pada siklus III diperoleh
persentase hasil belajar siswa 88% dengan perolehan nilai siswa yang tuntas 81%
atau 26 siswa yang tuntas.