Abstract :
ABSTRAK - Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode pengeringan daun kayu manis
terhadap komponen fisikokimia, aktivitas antioksidan dan uji sensori teh herbal yang dihasilkan serta untuk mendapatkan
metode pengeringan yang tepat pada pengolahan teh herbal daun kayu manis dalam menghasilkan teh herbal dengan
komponen fisikokimia, aktivitas antioksidan dan uji sensori terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan 6 metode pengeringan (metode sinar matahari langsung, matahri ditutup kain hitam, pengeringan angin,
sangrai, oven dan dehumidifier) dan diulang sebanyak 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan
ANOVA dan duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap
senyawa fitokima, nilai antioksidan dan sensori teh herbal yang dihasilkan. Metode pengeringan sinar matahari ditutup kain
hitam (PSMKH) merupakan metode terbaik. Dengan nilai warna (L=47,33, a*= 3,33, b*= 47,67), total tannin (5,21 mg TAE/g
ekstrak), total flavonoid (3,83 mg QE/g ekstrak), pH (6,44), kandungan antioksidan (76,15%), uji deskriptif aroma 4,06 (khas
aromatik kayu manis), warna 3,38 (sedikit orange gelap), rasa 2,36 (agak sepat) serta nilai penerimaan keseluruhan 6,48
(agak suka) terhadap seduhan teh herbal daun kayu manis.