Abstract :
Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) merupakan salah satu jenis tumbuhan
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki komoditas yang cukup berperan
dalam perdagangan di dalam dan di luar negeri yang memiliki nilai komersial
tinggi. Cara mengetahui nilai komersial gaharu dapat ditentukan melalui warna
serta aroma kayu bila dibakar. Kayu gaharu dapat digunakan sebagai bahan
kerajinan dan peralatan upacara keagamaan. Serbuknya digunakan sebagai bahan
pembuatan dupa, hio dan ratus. Minyaknya dapat digunakan sebagai parfum. Jenis
olahan lain yang diperdagangkan antara lain sabun, teh daun gaharu, balsem,
campuran jamu tradisional serta bahan mandi sauna atau aroma terapi.
Jenis gaharu Aquilaria malaccensis Lamk. merupakan jenis yang berpotensi
sebagai penghasil gaharu yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya. Dampak
dari nilai jual komersial yang tinggi menjadikan pemburuan terhadap jenis ini
sangat tinggi. Untuk mencegah punahnya gaharu di alam, maka gaharu perlu
dilakukan budidaya. Guna mendapatkan bibit tanaman penghasil gaharu dengan
kualitas tinggi, maka salah satu upaya penyediaan bibit yang berkualitas perlu
didukung oleh tersedianya unsur hara yang mencukupi pertumbuhan tanaman.
Untuk mendapatkan unsur hara mencukupi pertumbuhan tanaman, pupuk guano
mampu meingkatkan ketersediaan unsur hara. Selain tersedianya dukungan unsur
hara, bibit yang baik dapat diproduksi jika didukung dengan media tanam yang
baik. Hal tersebut dapat diaplikasikan dengan menambahkan arang sekam ke dalam
media tanah.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hutan Pendidikan dan Pembibitan
Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi. Penelitian ini
dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan September 2022 sampai dengan
bulan Desember 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah pemberian dosis pupuk
guano (g) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu g0 = 0 g/tanaman, g1 = 100 g/tanaman, g2
= 200 g/tanaman dan g3 = 300 g/tanaman. Faktor kedua merupakan komposisi
media tanam (a) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu a1 = Top soil 100%, a2 = Top soil :
arang sekam (2:1) dan a3 = Top soil : arang sekam (1:1). Jumlah kombinasi
perlakuan adalah 12 kombinasi. Penelitian dilakukan dengan 3 kali ulangan,
sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan ada 4 bibit,
sehingga secara keseluruhan terdapat 144 bibit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara
pupuk guano dan arang sekam terhadap pertambahan tinggi bibit gaharu (Aquilaria
malaccensis Lamk). Taraf pemberian pupuk guano dengan dosis (200 g/tanaman)
memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan gaharu (Aquilaria
malaccensis Lamk). Top soil dan arang sekam dengan perbandingan 1:1
memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan gaharu (Aquilaria
malaccensis Lamk)