Abstract :
Analisis Kelayakan Usaha Tani Hutan Kemasyarakatan (HKm) Pola Monokultur dan
Agroforestri di Desa Air Terjun Kabupaten Kerinci. (Adela Salsabila Putri dibawah
bimbingan Dr. Ir. Ahyauddin, S.TP., M.P dan Rahmad Nurmansah, S.Hut, M.Si.).
Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Desa Air Terjun terletak di Desa Air Terjun
Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci merupakan kawasan yang memberikan manfaat nyata secara
langsung bagi petani yang berada di sekitar kawasan hutan kemasyarakatan dan memiliki
kekayaan alam yang dapat dikembangkan untuk memberi hasil pendapatan kepada petani terhadap
perekonomian keluarga.
Penelitian ini dilakukan di Desa Air Terjun Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci. Penelitian
ini memiliki tujuan untuk mengetahui kelayakan usaha monokultur kayu manis dan usaha
agroforestri kentang, kopi dan kayu manis dari pemanfaatan kawasan didalam hutan
kemasyarakatan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan
kuesioner yang sudah disusun sesuai kebutuhan data yang diperlukan serta dengan melakukan
studi literatur untuk menunjang hasil dari penelitian. Penentuan pengambilan responden petani
dilakukan dengan menggunakan metode Snow ball dengan analisis data menggunakan analisis
biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis internal of return dan analisis payback
period.
Hasil dari penelitian didapatkan bahwa kegiatan pengusahaan pola tanam monokultur kayu
manis di Desa Air Terjun Kabupaten Kerinci memiliki hasil Net Present Value (NPV) pada tahun
ke-7 sampai tahun ke-10 di tingkat suku bunga 6% maupun 12% mendapatkan nilai yang lebih
besar dari 0, Net B/C Rasio pada tahun ke-7 sampai tahun ke-10 di tingkat suku bunga 6% maupun
12% mendapatkan nilai lebih besar dari 1, IRR pada tahun ke-7 sampai tahun ke-10 mendapatkan
nilai persenan lebih besar dari pada 6% dan 12%, pendapatan mendapatkan hasil yang
menguntungkan walaupun dengan waktu yang cukup lama. Sedangkan kegiatan pengusahaan pola
tanam agroforestri kentang, kopi dan kayu manis di Desa Air Terjun Kabupaten Kerinci memiliki
hasil, Net Present Value (NPV) pada tahun ke-1 sampai tahun ke-10 di tingkat suku bunga 6%
maupun 12% mendapatkan nilai yang lebih besar dari 0, Net B/C Rasio pada tahun ke-1 sampai
tahun ke-10 di tingkat suku bunga 6% maupun 12% mendapatkan nilai lebih bear dari 1, IRR pada
tahun ke-1 sampai tahun ke-10 mendapatkan nilai persenan lebih besar dari pada 6% dan 12%,
pendapatan mendapatkan hasil yang menguntungkan