Abstract :
Komunikasi adalah proses menyampaikan perasaan atau perasaan dari satu
orang ke orang lain dalam simbol-simbol yang bermakna bagi kedua
belah pihak. Namun, tidak semua mahasiswa memiliki keterampilan
komunikasi yang baik. Beberapa mahasiswa mungkin merasa sulit untuk
mengekspresikan diri mereka secara efektif, terutama dalam situasi yang
membutuhkan berbicara di depan umum. Dalam hal ini, video edukasi dapat
menjadi alternatif yang efektif untuk mengajarkan keterampilan komunikasi.
Video pembelajaran dapat memberi siswa pengalaman belajar yang lebih
interaktif dan menarik serta membantu dalam memahami konsep yang
kompleks. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan model
pengembangan Trollip & Alessi dalam pembuatan video pembelajaran Asertif
pada Mahasiswa Universitas Jambi. Terdapat 3 proses model pengembangan,
pertama melakukan tahapan perencanaan, kedua tahap mendesain produk,
terakhir tahap pengembangan. Hasil dari dilakukannya validasi bersama pakar
ahli media dan materi dalam menelaah kelayakan video pembelajaran memiliki
presentase dalam kategori sangat tinggi. Hasil validasi dari ahli media mencapai
94% dan hasil dari ahli materi mencapai presentase 98,8% yang dapat dianggap
media pembelajaran layak untuk di uji kelapangan. Berikutnya peneliti
melakukan uji coba lapangan bersama mahasiswa PORKES Universitas Jambi
dengan hasil responden prrsentase mencapai 86% dalam kategori tinggi.