Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan representasi matematis
siswa kelas VIII SMPN 18 Kota Jambi serta model pembelajaran yang diterapkan
di kelas tidak menjadikan siswa sebagai pusat belajar. Tujuan penelitian ini untuk
melihat pengaruh dan mendeskripsikan kesulitan kemampuan representasi
matematis siswa kelas VIII SMPN 18 Kota Jambi menggunakan pembelajaran
berdiferensiasi dengan Project Based Learning (PjBL) pada materi SPLDV.
Penelitian dilakukan di kelas VIII SMPN 18 Kota Jambi pada November 2023.
Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan jenis True Experimental Design
dengan Pretest-posttest Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari 2
kelas yang dipilih secara acak melalui cluster random sampling. Data penelitian
diperoleh melalui angket, lembar observasi dan tes (pretest dan posttest).
Hasil penelitian mengindikasi bahwa: (1) penerapan pembelajaran berdiferensiasi
dengan model Project Based Learning (PjBL) memberikan pengaruh terhadap
kemampuan representasi matematis siswa kelas VIII SMPN 18 Kota Jambi pada
materi SPLDV. Berdasarkan hasil uji t terhadap data N-gain diperoleh
peningkatan kemampuan representasi matematis siswa pada setiap gaya belajar
dengan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik masing-masing sebesar 0,6609,
0,706 dan 0,7425, dimana kriteria peningkatan untuk siswa visual adalah sedang
serta kriteria tinggi untuk siswa auditori dan kinestetik. Sehingga peningkatan
yang diperoleh oleh siswa kinestetik lebih unggul dibandingkan siswa visual dan
auditori; (2) masih ditemukan sebagian kecil siswa pada setiap gaya belajar yang
mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal SPLDV, diantaranya kesulitan
dalam menyajikan kembali data dari suatu representasi, menyelesaikan masalah
dengan representasi visual, melibatkan simbol matematika dan kata-kata dalam
menuliskan informasi, membuat model matematika, melibatkan ekspresi
matematis dan kata-kata dalam pemecahan masalah, menyusun cerita berdasarkan
data, dan membuat kesimpulan. Kesulitan pada siswa visual berada pada rentang
9,1%-18,2% dari 11 siswa, pada siswa auditori sebesar 20% dari 5 siswa
sedangkan pada siswa kinestetik berkisar antara 8,3%-16,6% dari 12 siswa.
Kata Kunci: kemampuan representasi matematis, pembelajaran berdiferensiasi,
project based learning.