Abstract :
Ilhan Manzis. 2024. Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar di Sekolah Dasar: Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini dan Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi. Pembimbing: (1) Dr. Ahmad Hariandi, S.Pd.I., M.Ag., (2) Muhammad Sholeh, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi, Platform Merdeka Mengajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah, implementasi, dan hambatan dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan pemanfaatan platform merdeka mengajar di SDN 34/I Teratai yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024.
Penelitian ini dilakukan di SDN 34/I Teratai selama lebih dari bulan. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Setelah data dikumpulkan, data dianalisis secara pendekatan kualitatif dan jenis fenomenologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi sudah dijalankan dengan pemanfaatan platform merdeka mengajar sebagai sumber referensi dan sumber inspirasi bagi orang lain. Pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dalam 4 bentuk, yakni berdiferensiasi dalam lingkungan belajar, konten, proses dan produk. Berdiferensiasi berakar pada pemetaan kebutuhan belajar peserta didik. Pemetaan kebutuhan belajar peserta ini didapat melalui survei awal, pretes atau dikenal dengan istilah asesmen awal. Selanjutnya, guru merancang pembelajaran bahasa Indonesia sesuai hasil pemetaan. Namun, mendiferensiasi pembelajaran bukan berarti guru membuat materi yang berbeda-beda per satu peserta didik, mengajar dengan cara yang berbeda per satu peserta didik, apalagi membuat paket soal evaluasi yang berbeda-beda per satu peserta didik. Guru juga melakukan evaluasi dan refleksi Diferensiasi ini memerlukan lebih banyak waktu untuk melakukannya dan waktu inilah yang sering menjadi hambatan guru. Selain itu, guru juga tidak bisa melaksanakan pembelajaran dengan membuka kelas di dalam PMM dikarenakan kurangnya kemampuan kecakapan digital peserta didik. Tetapi, pembelajaran berdiferensiasi sudah dilakukan dengan pemanfaatan platform merdeka mengajar sebagai sumber referensi dan inspira bagi orang lain, baik dari penerapan langkah-langkahnya sampai pada implementasinya dengan pemanfaatan PMM.