Abstract :
PT Semen Baturaja Tbk adalah salah satu perusahaan yang bergerak di
industri semen dan pertambangan batu kapur. Analisis terhadap risiko yang ada di
Division Mining dilakukan untuk menentukan 10 risk event, risk agent dan mitigasi
risiko sebelum risiko tersebut dilaporkan ke perusahaan atau dimasukan ke dalam
sistem kemudian di sahkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi risiko
beserta sumber risiko dengan melakukan wawancara kepada manager, senior
manager, dan vice president di division mining, Metode yang digunakan pada
penelitian adalah menggunakan model House of Risk. Hasil dari penelitian ini
dengan menggunakan model HOR yaitu terdapat 25 kejadian risiko (risk event) dan
22 agen risiko (risk agent). Dengan menggunakan diagram pareto untuk
mengetahui prioritas agen risiko berdasarkan nilai tertinggi didapatkan 10 agen
risiko dominan yaitu Cadangan habis dan lebar area penambangan sudah sampai
batas IUP (A1), Kondisi Alam (Iklim, Jarak, Letak Geografis, Infrastruktur Jalan,
Dll) (A12), Pelanggaran Prosedur (A7), Faktor biaya pengoperasian yang mahal
(A10). Area penambangan yang berdekatan dengan rumah warga (A19). Tidak ada
opsi area bench yang memungkinkan untuk di blasting (A6), Mesin tidak berfungsi
dengan baik atau rusak (A3), Area kerja yang licin dengan material tanah yang
lunak (A11), dan Keterbatasan kemampuan dan keahlian dari SDM yang ada (A13).
Berdasarkan agen risiko dominan tersebut didapatkan 10 strategi mitigasi yang
dapat diterapkan. Dari 10 strategi mitigasi tersebut dengan mempertimbangkan
keefektifan dalam penerapannya, 3 strategi mitigasi dimana menghasilkan
keefektifan sebesar 60% dari total nilai kumulatfi ETD yaitu membuka tambang
baru (Tambang Baturaja 3) (PA1), Menggunakan alat surface miner untuk area
yang dekat dengan pemukiman warga (PA2), dan memaksimalkan penggunaan
material low grade (PA3).
Kata Kunci: Risiko, Manajemen Risiko, House of risk.