Abstract :
Penilaian bawah permukaan telah dilakukan di area manifestasi panas bumi di
Gunung Marapi, Sumatera Barat, Indonesia. Data yang digunakan merupakan
data gravitasi dari citra satelit GGMplus. Data GGMPlus digunakan karena
memiliki resolusi 200 meter per grid, yang berarti data GGMPlus memiliki resolusi
lebih tinggi dibandingkan data citra satelit lainnya seperti TOPEX yang memiliki
grid spacing hingga 2 km. Dalam pemodelan inversi digunakan aplikasi
ZondGM2D, pada daerah penelitian terdapat 3 lapisan batuan yang berupa
formasi batuan panas bumi. Formasi teratas merupakan formasi andesit Gunung
Marapi dengan kepadatan rata-rata 2,8 g/cm3. Formasi batuan metamorf perem
dengan nilai kepadatan rata-rata 3,0 g/cm3. Formasi batu kapur granit dengan
kepadatan 2,6 g/cm3. Caprock diartikan sebagai satuan batuan andesit Gunung
Marapi. Zona reservoir panas bumi berada pada litologi batupasir kuarsa atau
batugamping
Subsurface assessments have been carried out in the geothermal
manifestation area on Mount Marapi, West Sumatra, Indonesia. The data used is
gravity data from GGMplus satellite imagery. GGMPlus data is used because it has
a resolution of 200 meters per grid, which means GGMPlus data has a higher
resolution than other satellite image data such as TOPEX which has a grid spacing
of up to 2 km. In inversion modeling, the ZondGM2D application is used, in the
research area there are 3 rock layers in the form of geothermal rock formations. The
top formation is the Mount Marapi andesite formation with an average density of
2.8 g/cm3. Perem metamorphic rock formation with an average density value of 3.0
g/cm3. Limestone granite formation with a density of 2.6 g/cm3. Caprock is
interpreted as the andesite rock unit of Mount Marapi. The geothermal reservoir zone
is in quartz sandstone or limestone lithology.