Abstract :
Perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan yang berkembang di
Indonesia dituntut untuk memiliki kinerja yang baik. Rasio BOPO yang ideal
mencerminkan kinerja perbankan yang efisien. Namun, dalam 5 tahun terakhir
mulai tahun 2017 hingga tahun 2021 bank umum konvensional mengalami tingkat
rasio BOPO yang berfluktuasi yang menunjukkan bahwa bank umum konvensional
belum konsisten dalam hal efisiensi kegiatan operasionalnya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui: 1). Bagaimana efisiensi bank umum konvensional
dalam periode 2017-2021. 2). Bagaimana pengaruh CAR, LDR, ROA, NPL dan
NIM terhadap efisiensi bank umum konvensional dalam periode 2017-2021.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif berupa
data sekunder yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari tahun 2017-
2021 dengan alat analisis Data Envelopment Analysis menggunakan software
MaxDEA dan Regresi Data Panel menggunakan software Eviews 12.
Berdasarkan hasil analisis DEA selama tahun 2017 sampai 2021 skor
efisiensi rata-rata keenam bank umum konvensional di Indonesia menunjukkan
hampir mencapai efisiensi maksimum. Dimana skor efisiensi rata-rata di atas 0,900
dengan skor efisiensi rata-rata tertinggi dicapai oleh bank BRI sebesar 0,981 dan
bank BCA dengan skor efisiensi rata-rata terendah sebesar 0,882. Adapun hasil
analisis regresi data panel dengan model terpilih Fixed Effect Model (FEM)
menunjukkan bahwa variabel CAR dan NIM terbukti berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap efisiensi bank umum konvensional di Indonesia. Kemudian
variabel LDR, ROA dan NPL terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap
efisiensi bank umum konvensional di Indonesia.
Kata Kunci: Efisiensi Bank Umum Konvensional, Data Envelopment Analysis,
CAR, LDR, NIM, ROA, NPL, Data Panel.