Abstract :
Latar Belakang : Program Rujuk Balik (PRB) menjadi program unggulan untuk
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan dan
mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi peserta yang menderita penyakit
kronis dan puskesmas yang berfungsi sebagai fasilitator rujukan pasien, seringkali
menerima rujukan balik pasien FKTRL, namun tidak semua puskesmas
menggunakan program rujukan secara optimal dan menyebabkan jumlah Peserta
PRB yang rendah. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk
melakukan analisis dari implementasi Program Rujuk Balik (PRB) Pada Pasien
Penyakit Kronis di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi Tahun 2023
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
analitik dengan jumlah 6 informan dengan melakukan wawancara mendalam dan
observasi yang menjadi penguat dari hasil wawancara. Analisis data kualitatif
menggunakan software NVivo dan triangulasi sumber dan metode untuk
mengeneralisasi data.
Hasil : Aspek input (1) Man belum optimal karena masih kurangnya tenaga
pengelola program PRB serta material yang wajib belum semuanya memadai,
machines masih perlu untuk diperbanyak seperti komputer untuk pelayanan yang
lebih optimal dan pemasaran program PRB dilakukan melalui Word of Mouth
(WOM) atau mulut ke mulut. Aspek process (2) Alur pendaftaran peserta PRB
dibantu petugas dan diberikan SRB dari FKTRL lalu ke FKTP dengan kondisi
stabil, sedangkan surat ejibilitas juga dapat dilihat dari bukti kepesertaan bpjs
kesehatan, hanya saja petugas kurang memahami bentuk surat eljibilitas
Kesimpulan : Aspek input bermasalah seperti kurangnya man, material dan
machines menyebabkan aspek process terganggu seperti kurang optimalnya kinerja
pengelola PRB dalam memberikan pelayanan program PRB
Kata Kunci: Implementasi, PRB, Penyakit Kronis.