Abstract :
Kopi merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki peranan
penting dalam menyejahterakan perekonomian di Indonesia. Provinsi jambi
merupakan salah satu wilayah penyumbang produksi kopi di Indonesia.
Produksi kopi di Provinsi Jambi terdapat di Desa Jatimulyo, Kecamatan
Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Permasalahan yang sering
dihadapi bagi petani kopi adalah adanya sifat dormansi pada benih kopi yang
dapat mengganggu keberhasilan dalam persemaian dan pembibitan. Maka dari
itu, upaya yang dapat mematahakan sifat dormansi dan mempercepat laju
perkecambahan yaitu melalui perendaman benih dalam zat pengatur tumbuh
alami yang terkandung pada ekstrak bawang merah yang sangat membantu
mempercepat proses perkecambahan dan tambahan perlakuan skarifikasi agar
penyerapan ZPT pada ekstrak bawang merah lebih optimal.
Ekstrak bawang merah merupakan zat pengatur tumbuh alami yang
dapat membantu mempercepat proses perkecambahan dan pematahan
dormansi. Hormon alami yang terkandung pada ekstrak bawang berupa auksin,
yang memiliki peran terhadap mempercepat pertumbuhan, pertumbuhan
batang dan akar. Perlakuan tambahan untuk mematahkan dormansi pada kopi
liberika ialah menggunakan metode skarifikasi mekanis pengamplasan. Metode
skarifikasi ini bertujuan agar benih kopi liberika dapat melakukan proses
imbibisi dengan lebih optimal. Pembuatan ekstrak bawang merah yang
digunakan sebanyak 1kg dibuat dengan cara dihaluskan dengan mesin blender.
Lalu, di saring hingga mengeluarkan sari dari ekstrak bawang merah.
Penggunaan konsentrasi pada ekstrak bawang merah adalah 100% tanpa
campuran air.
Perlakuan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu
faktor perlakuan lama perendaman benih yang telah di skarifikasi terdiri dari 5
taraf perlakuan yaitu A0 (Kontrol), A1 (6 jam), A2 (12 jam), A3 (18 jam), A4 (24
jam). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 25 satuan
perlakuan. Setiap percobaan dibutuhkan benih sebanyak 25 butir. Variabel
yang diamati kadar air, daya berkecambah, kecepatan berkecambah,
keserempakan berkecambah dan bobot kering.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman
dengan ekstrak bawang merah terhadap pematahan dormansi benih kopi
liberika setelah skarifikasi, mampu meningkatkan daya berkecambah,
kecepatan berkecambah, keserempakan berkecambah dan bobot kering
kecambah. Perlakuan A3 (18 jam) merupakan perlakuan perendaman benih
yang dapat mematahkan dormansi benih kopi liberika yang paling optimal.