Abstract :
ABSTRAK
Kelapa sawit (Elaeis guinnensis Jacq.) merupakan tanaman perkebunan yang
berperan penting dalam peningkatan devisa negara, penyerapan tenaga kerja dan
peningkatan perekonomian di Indonesia. Kelapa sawit merupakan tanaman yang
menghasilkan minyak nabati berupa Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil
(PKO). Provinsi Jambi didominasi oleh perkebunan rakyat yang umumnya
mengelola kebun dengan cara yang kurang tepat mulai dari pemilihan bibit,
pemupukan, perawatan, hingga pemanenan. Selain itu, penyebab rendahnya
produktivitas adalah banyaknya tanaman yang tidak menghasilkan atau tanaman
rusak, sehingga salah satu upaya peningkatan produktivitas kelapa sawit
diantaranya melalui kegiatan replanting. Pembibitan merupakan langkah awal yang
dapat menentukan pertumbuhan kelapa sawit di lapangan, untuk meningkatkan
kualitas bibit kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara pemupukan.
Penelitian ini dilaksanakan di Teaching and Research Farm Fakultas Pertanian
Universitas Jambi. Waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu 3 bulan dari
bulan Juli 2023 sampai dengan Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan pada konsentrasi Plant
Growth Promoting Rhizobacteria dan dosis pupuk kotoran ayam yaitu P0 : Pupuk
kotoran ayam 500 g/polybag, P1 : PGPR 50 ml/l + Pupuk kotoran ayam 400
g/polybag, P2 : PGPR 60 ml/l + Pupuk kotoran ayam 300 g/polybag, P3 : PGPR70
ml/l + Pupuk kotoran ayam 200 g/polybag, P4 : PGPR80 ml/l + Pupuk kotoran
ayam 100 g/polybag. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 plot percobaan. Setiap percobaan terdiri dari 3 tanaman dengan 2
tanaman sebagai sampel, sehingga diperlukan 75 tanaman. Variabel yang diamati
yaitu tinggi bibit (cm), jumlah pelepah daun (helai), luas daun total, diameter
bonggol (mm), bobot kering tajuk (g), bobot kering akar (g) dan rasio tajuk akar.
Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan
Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di
pembibitan awal memberikan respons terhadap pemberian perlakuan Plant Growth
Promoting Rhizobacteria dan pupuk kotoran ayam adanya perbedaan nyata pada
variabel luas daun tanaman dan bobot kering tajuk. Namun belum mampu
memperlihatkan perbedaan yang nyata pada variabel jumlah daun, diameter
batang, luas daun total, bobot kering akar dan rasio tajuk akar tanaman kelapa
sawit dipembibitan awal.
Kata kunci: Kelapa Sawit, Plant Growth Promoting Rhizobacteria akar bambu,
pupuk kotoran ayam