DETAIL DOCUMENT
Analisis Efek Samping Obat pada Pasien Asma di RSUD Kolonel Abundjani Bangko
Total View This Week0
Institusion
Universitas Jambi
Author
Ita Amaria, Siska
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2024-04-02 02:05:43 
Abstract :
ABSTRAK Latar Belakang : Indonesia menjadi salah satu negara dengan pasien asma yang cukup tinggi dimana saat ini menempati urutan ke 5 didunia dengan angka 12 juta pada akhir 2020. Tata laksana asma memerlukan pengobatan yang berkelanjutan salah satu tujuannya yaitu untuk mencegah eksaserbasi berulang. Salah satu penelitian mengatakan bahwa pengobatan salbutamol yang menurut pustaka relatif aman ternyata justru menunjukkan kejadian ADR yang lebih besar dibandingkan aminofilin. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah efek samping obat yang tidak diinginkan adalah dengan Monitoring Efek Samping Obat (MESO). MESO merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Metode : Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif dengan pendekatan analisis observasi deskriptif. Pengambilan data dari penelitian ini adalah dengan accidental sampling atau teknik penentuan sample berdasarkan kebetulan. Data diambil melalui kuesioner Naranjo dilihat dari rekam medik dan wawancara pasien asma di RSUD Kolonel Abundjani Bangko. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara usia dengan kejadian ADR pada pasien asma. Sampel penelitian sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 kasus ADR pada asma pengobatan, terutama penggunaan salbutamol inhalasi (30%). Efek samping yang paling banyak ditemukan yaitu hipotensi sebanyak (40%) responden. Kata kunci : Asma, adverse drug reaction (ADR), MESO ABSTRACT Background: Indonesia is one of the countries with a fairly high number of asthma patients, currently ranking 5th in the world with 12 million at the end of 2020. Management of asthma requires continuous treatment, one of the goals of which is to prevent repeated exacerbations. One study stated that salbutamol treatment, which according to the literature is relatively safe, actually shows a greater incidence of ADR than aminophylline. Efforts that can be made to prevent unwanted drug side effects are Medication Side Effect Monitoring (MESO). MESO is one of the pharmaceutical services in hospitals. Method: This research uses quantitative methods with a descriptive observation analysis approach. Data collection from this research was by accidental sampling or a technique for determining samples based on chance.. Data was taken through the Naranjo questionnaire looking at medical records and interviews with asthma patients at the Colonel Abundjani Bangko Regional Hospital. Conclusion: Based on the research results, there is a relationship between age and the incidence of ADR in asthma patients. The research sample was 30 people. The results showed that there were 8 cases of ADR in asthma treatment, especially the use of inhaled salbutamol (30%). The most common side effect was hypotension (40%) of respondents. Key words: Asthma, adverse drug reactions (ADR), MESO 
Institution Info

Universitas Jambi