Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang : Indonesia menjadi salah satu negara dengan pasien asma yang
cukup tinggi dimana saat ini menempati urutan ke 5 didunia dengan angka 12 juta
pada akhir 2020. Tata laksana asma memerlukan pengobatan yang berkelanjutan
salah satu tujuannya yaitu untuk mencegah eksaserbasi berulang. Salah satu
penelitian mengatakan bahwa pengobatan salbutamol yang menurut pustaka relatif
aman ternyata justru menunjukkan kejadian ADR yang lebih besar dibandingkan
aminofilin. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah efek samping obat yang
tidak diinginkan adalah dengan Monitoring Efek Samping Obat (MESO). MESO
merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di rumah sakit.
Metode : Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif dengan pendekatan
analisis observasi deskriptif. Pengambilan data dari penelitian ini adalah dengan
accidental sampling atau teknik penentuan sample berdasarkan kebetulan. Data
diambil melalui kuesioner Naranjo dilihat dari rekam medik dan wawancara pasien
asma di RSUD Kolonel Abundjani Bangko.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara usia dengan
kejadian ADR pada pasien asma. Sampel penelitian sebanyak 30 orang. Hasil
penelitian menunjukkan terdapat 8 kasus ADR pada asma pengobatan, terutama
penggunaan salbutamol inhalasi (30%). Efek samping yang paling banyak
ditemukan yaitu hipotensi sebanyak (40%) responden.
Kata kunci : Asma, adverse drug reaction (ADR), MESO
ABSTRACT
Background: Indonesia is one of the countries with a fairly high number of asthma
patients, currently ranking 5th in the world with 12 million at the end of 2020.
Management of asthma requires continuous treatment, one of the goals of which is
to prevent repeated exacerbations. One study stated that salbutamol treatment,
which according to the literature is relatively safe, actually shows a greater
incidence of ADR than aminophylline. Efforts that can be made to prevent
unwanted drug side effects are Medication Side Effect Monitoring (MESO). MESO
is one of the pharmaceutical services in hospitals.
Method: This research uses quantitative methods with a descriptive observation
analysis approach. Data collection from this research was by accidental sampling
or a technique for determining samples based on chance.. Data was taken through
the Naranjo questionnaire looking at medical records and interviews with asthma
patients at the Colonel Abundjani Bangko Regional Hospital.
Conclusion: Based on the research results, there is a relationship between age and
the incidence of ADR in asthma patients. The research sample was 30 people. The
results showed that there were 8 cases of ADR in asthma treatment, especially the
use of inhaled salbutamol (30%). The most common side effect was hypotension
(40%) of respondents.
Key words: Asthma, adverse drug reactions (ADR), MESO