Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ukuran telur dengan
bobot telur, bobot telur dengan bobot DOC, dan bobot DOC dengan bobot badan
ayam Super Generasi Pertama (G1). Materi penelitian ini adalah ayam Super G1.
Metode penelian ini adalah metode eksperimen. Data yang dihimpun meliputi,
ukuran telur, bobot telur, bobot DOC, bobot badan umur 4, 8 dan 12 minggu serta
pertambahan bobot badan umur 0-4 minggu, 4-8 minggu dan 8-12 minggu.
Hubungan dan keeratan hubungan antara ukuran telur dengan bobot telur, bobot
telur dengan DOC dan bobot DOC dengan bobot badan pada berbagai tingkat
umur jantan dan betina dianalisis dengan analisis regresi dan korelasi.
Perbandingan antara bobot badan dan pertambahan jantan dan betina pada
berbagai tingkat umur di analisis dengan uji beda rata (uji-t). Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa rataan ukuran telur dan bobot telur ayam Super G1 yang
menghasilkan DOC jantan berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan
dengan ayam Super G1 yang menghasilkan DOC betina. Bobot DOC, bobot
badan, dan pertambahan bobot badan ayam Super G1 jantan berbeda nyata
(P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan ayam Super betina G1. Hubungan
antara ukuran telur dengan bobot telur, bobot telur dengan bobot DOC dan bobot
DOC dengan bobot badan berbentuk linier dan positif. Kesimpulan ; Ukuran telur,
bobot telur, bobot DOC dan bobot badan ayam Super jantan lebih tinggi
dibandingkan ayam Super betina. Pertambahan bobot badan ayam Super
mengalami kenaikan tertinggi pada umur 8-12 minggu. Nilai korelasi secara
parsial tertinggi antara bobot telur dengan ukuran telur ayam Super yang
menghasilkan DOC jantan dan betina adalah lingkar telur (lit). Hubungan ukuran
telur dengan bobot telur, bobot telur dengan bobot DOC, dan bobot DOC dengan
bobot badan ayam Super jantan dan betina bernilai positif.
Kata Kunci : Ayam Super, Bobot DOC, Bobot Badan, Ukuran telur.