Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses implementasi metode role playing di mulai dari perencanaan,dan evaluasi. Rumusan masalah pada tesis ini adalah (1) Bagaimana Metode Role Playing Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Negeri No. 48 / VII Pelawan II Kecamatan Pelawan (2) Mengapa Metode Role Playing Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Negeri No. 48 / VII Pelawan II Kecamatan Pelawan dapat membina cara siswa berbicara (3) Apa saja kelebihan dan kekurangan Metode Role Playing Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Negeri No. 48 / VII Pelawan II Kecamatan Pelawan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif berupa penelitian lapangan (rield research) yang dilaksanakan di sekolah dasar No. 48 / VII Pelawan II Kecamatan Pelawan, Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif, dengan cara menganalisa semua data yang telah terkumpul, kemudian di deskripsikan dengan kata-kata menurut kategori masing-masing untuk memperoleh kesimpulan.
Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Metode Role Playing Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Negeri No. 48 / VII Pelawan II Kecamatan Pelawan. Dalam pelaksanaannya berjalan dengan baik sesuai dengan program yang telah di rencanakan Implementasi Metode Role Playing Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Negeri No.48/VII Pelawan II Kecamatan Pelawan sangat efektif dan menarik perhatian siswa, terbukti dengan adanya peningkatan minat belajar, melatih bahasa lisan siswa. Anak memperoleh keterampilan seni drama dan bahasa lisan siswa menjadi lebih baik. Metode Role Playing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Disekolah Dasar Negeri No.48/VII Pelawan II Kecamatan Pelawan dapat membina cara siswa berbicara karena dengan menggunakan metode Role Playing dapat melatih keterampilan siswa dalam berbicara. Dan kelebihan menggunakan metode role playing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah mengembangkan kreativitas peserta didik, dan bahasa lisan peserta didik dapat di bina menjadi bahasa yang lebih baik.
Kekurangan menggunakan metode role playing yaitu memerlukan waktu yang relative lama/panjang dan kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu untuk memperagakan adegan tertentu.