Abstract :
Latar Belakang : Minyak atsiri daun kayu manis memiliki kandungan senyawa utama eugenol dan sinamaldehid yang memiliki aktivitas antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan sediaan gel dari berbagai konsentrasi minyak atsiri daun kayu manis sebagai bahan aktif kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Metode : Konsentrasi minyak atsiri yang digunakan adalah 0,5% (F1), 1% (FII) dan 1,5% (FIII). Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas dan uji aktvitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil evaluasi uji organoleptik, homogen dan stabilitas dianalisis secara deskriptif sementara uji pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan aktivitas antibakteri dianalisis secara statistik menggunakan One Way Anova.
Hasil : Uji organoleptik didapatkan warna putih kekuningan (FI), kuning muda (FII) dan kuning (FIII), ketiga formula memiliki tekstur kental dengan bau khas minyak atsiri, homogen dan stabil. Hasil uji pH berkisar 4,88-5,4, daya sebar 5,425-5,575 cm, daya lekat 6,24-8,53 detik, viskositas 8.868-11.710 cps. Hasil uji antibakteri didapatkan diameter zona hambat sebesar 11,47 mm (FI), 15,75 mm (FII) dengan kategori kuat dan 20,58 mm (FIII) dengan kategori sangat kuat.
Kesimpulan : Ketiga formula memiliki evaluasi fisik sesuai dengan standar serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.