Abstract :
ABSTRAK
Dermawan, Fito. 2024. Eksistensi Tradisi Asyura Masyarakat Sungai Gedang Sarolangun 2010-2023: Skripsi, Jurusan Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP Universitas Jambi, Pembimbing: (I) Drs. Budi Purnomo, M.Hum., M.Pd., (II) Anny Wahyuni, M.Pd.
Kata Kunci: Eksistensi, Tradisi Asyura, Masyarakat.
Penelitian ini membahas tentang Eksistensi Tradisi Asyura Masyarakat Sungai Gedang Sarolangun 2010-2023. Tradisi Asyura merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat Sungai Gedang, tradisi ini dilaksanakan setiap pada bulan muharram tepatnya pada hari kesepuluh. Secara sederhana tujuan dan makna tradisi Asyura yaitu; sebagai media berbagi satu sama lain, menumbuhkan rasa empati sosial antar warga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui eksistensi tradisi Asyura masyarakat Sungai Gedang Sarolangun 2010-2023.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian sejarah (Historical Method) yang umum di pakai, terdiri dari kegiatan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menjawab dari tubahwa asal mula tradisi Asyura di bawa langsung oleh masyarakat Sungai Gedang sejak tahun 1983 dan didominasi oleh masyarakat Jawa serta eksistensinya dikenal lebih luas sejak tahun 2010. Pada tradisi ini terdapat dua prosesi yaitu persiapan pelaksanaan dan perayaan tradisi Asyura, selanjutnya terdapat dampak tradisi Asyura terhadap keyakinan beragama masyarakat Sungai Gedang Sarolangun.
Tradisi Asyura memiliki dampak terhadap keyakinan beragama masyarakat Sungai Gedang Sarolangun yaitu: tradisi Asyura terdapat nilai kebersamaan dan solidaritas antar masyarakat Sungai Gedang, melestarikan budaya dan tradisi lokal, dan sarana moderasi beragama serta Tradisi Asyura sebagai sumber inspirasi bagi usaha seni dan kreatif serta berpotensi membahayakan keamanan dan kenyamanan. Eksistensi tradisi Asyura tetap dilestarikan oleh sebagian masyarakat. Hal ini terjadi karena tradisi Asyura mengandung nilai-nilai positif yang dibawa oleh leluhur dan tradisi ini membentuk suatu kebudayaan yang mempersatukan masyarakat.