Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang: Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak dimana tinggi
badan anak berada dibawah standar dari umur. Stunting merupakan masalah gizi
kronis yang disebabkan oleh multi faktorial dan bersifat antar generasi. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
kejadian stunting pada anak umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tanah
Kampung.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian
cross sectional. Populasi penelitian yaitu 294 ibu yang memiliki anak umur 24-59
bulan dengan sampel penelitian sebanyak 80 anak. Pengambilan sampel dilakukan
dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Penelitian ini terdiri
atas variabel independen ?riwayat penyakit infeksi, riwayat pemberian asi eksklusi,
pola asupan gizi, pendidikan ibu, umur ibu saat hamil, tinggi badan ibu, berat badan
lahir, panjang badan lahir dan pendapatan keluarga?. Analisis data menggunakan
uji Chi-Square.
Hasil: Kejadian stunting pada anak umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas
Tanah Kampung sebesar 10%. Faktor yang berhubungan yaitu riwayat pemberian
asi eksklusif, pendidikan ibu, umur ibu saat hamil, tinggi badan ibu, berat badan
lahir, panjang badan lahir dan pendapatan keluarga. Serta tidak terdapat hubungan
antara penyakit infeksi dan pola asupan gizi.
Kesimpulan: Ada hubungan antara riwayat pemberian asi eksklusif, pendidikan
ibu, umur ibu saat hamil, tinggi badan ibu, berat badan lahir, panjang badan lahir
dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas
Tanah Kampung Kota Sungai Penuh.
Kata Kunci: Stunting, Asi Eksklusif, Tinggi Badan Ibu, Berat Badan Lahir,
Pendapatan Keluarga.
xv
ABSTRACT
Background: Stunting is a developmental disorder in children, namely the child's
height is below the standard for age. Stunting is a chronic nutritional problem
caused by multi-factorial and is intergenerational in nature. The aim of this
research is to determine the factors associated with the incidence of stunting in
children aged 24-59 months in the working area of the Tanah Kampung Community
Health Center.
Methods: This research is a type of quantitative research with a cross section
research design. The research population was 294 mothers who had children aged
24-59 months with a research sample of 80 children. This sample taken by using
the proportional random sampling technique. This research consists of the
independent variables " history of infectious diseases, history of exclusive
breastfeeding, nutritional intake patterns, maternal education, mother?s age at
pregnancy, maternal height, birth weight, birth length and family income". Data
analysis using the Chi-Square test.
Result: The incidence of stunting in the Tanah Kampung Community Health Center
working area is 10%. Related factors are history of exclusive breastfeeding,
maternal education, maternal age at pregnancy, maternal height, birth weight,
birth length and family income. And there is no relationship between infectious
diseases and nutritional intake patterns.
Conclusion: There is a relationship between history of exclusive breastfeeding,
mother's education, mother?s age at pregnancy, mother's height, birth weight, birth
length and family income with the incidence of stunting in the working area of the
Tanah Kampung Community Health Center.
Keywords: Stunting, Exclusive Breastfeeding, Maternal Height, Birth Weight,
Family Income.