Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh cenderungnya siswa berperilaku konsumtif
yang mana hal ini dipengaruhi oleh cenderungnya siswa mengikuti lifestyle
berdasarkan testimoni selebgram endorsement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lifestyle dantestimoni selebgram endorsement secara parsial
dan secara bersama-sama terhadap perilaku konsumtif pada siswa kelas XII
SMAN 11 Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan di SMAN 11 Kota Jambi.
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan metode penelitian ex post facto. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa
kelas XII SMAN 11 Kota Jambi yang berjumlah 165 sebagai responden. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random
sampling. Teknik mengumpulkan data menggunakan angket, dan dalam penelitian
ini teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji normalitas,
uji linearitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji parsial (uji t), uji
simultan (uji F), koefisien determinasi secara simultan (R2
).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh lifestyle terhadap
perilaku konsumtif pada siswa yang mana hal ini terlihat dari hasil peneltian
menunjukkan bahwa nilai thitung (6,330) > ttabel (1,654) yang artinya Ha1 diterima
dan Ho1 ditolak. (2) Terdapat pengaruh testimoni selebgram endorsement terhadap
perilaku konsumtif pada siswa yang mana hal ini terlihat dari hasil peneltian
menunjukkan bahwa nilai thitung (4,734) < ttabel (1,654) yang artinya Ha2 diterima
dan Ho2 ditolak. (3) Terdapat pengaruh lifestyle dan testimoni selebgram
endorsement terhadap perilaku konsumtif pada siswa yang mana hal ini terlihat
dari hasil peneltian menunjukkan bahwa nilai Fhitung (36,631) > ttabel (3,05) yang
artinya Ha3 diterima dan Ho3 ditolak.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh lifestyle dan testimoni selebgram
endorsement terhadap perilaku konsumtif dengan R2
31,1%. Dan diharapkan
kepada siswa untuk dapat mengontrol perilaku konsumtif, tidak
membeli/menggunakan barang yang tidak diperlukan hanya karena gengsi serta
belajar untuk mengatur keuangan.