Abstract :
Kegiatan akademik yang dilakukan siswa di sekolah merupkan kewajiban
dan tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh setiap siswa seperti mengerjakan
tugas, praktikum, memahami materi pelajaran, presentasi, membuat projek dan
lain lain. Sekolah yang diharapkan mampu untuk memenuhi beberapa kebutuhan
dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi masa depan namun secara
bersamaan memberikan berbagai tuntutan kepada siswa yang nyatanya malah
menjadi sumber tekanan terkhusus secara emosional yang hal ini dapat disebut
stres akademik. stres akademik merupakan hasil dari kombinasi antara tuntutan
akademis yang tinggi dengan kemampuan menyesuaikan diri individu yang
rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat gejala emosional
stres akademik yang dialami oleh seluruh siswa SMA N 17 Tebo dengan total
sampel 80 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis
penelitian deskriptif. Penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah simple random sampling dengan menggunakan alat pengumpul data yaitu
angket atau kuesioner model skala likert.
Hasil penelitian mengenai identifikasi gejala emosional stres akademik
yang didapati pada siswa SMA N 17 Tebo secara keseluruhan berada pada
persentase "54,06%" yang menunjukkan bahwasanya tingkat gejala emosional
stres akademik yang dialami siswa yang ada di sana berada pada tingkatan
"Sedang". Sedangkan hasil persentase yang didapat per indikator adalah sebagai
berikut. Pada indikator kecemasan mendapatkan persentase sebesar "56.64%"
yang berarti berada ditingkat "Sedang". Indikator serangan panik mendapatkan
persentase sebesar "58.08%" berada di tingkat "Sedang". Indikator kemarahan
mendapatkan persentase sebesar "45%" berada ditingkat "Sedang". Pada indikator
merasa depresi mendapatkan persentase sebesar "53,18%" berada ditingkat
"Sedang" pada indikator terakhir yakni perasaan putus asa mendapat persentase
sebesar "56.2%" dan berada ditingkat "Sedang".
Demikian diharapkan guru dan peneliti selanjutnya dapat melakukan
tindakan intervensi untuk mengurangi tingkat gejala emosional stres akademik di
SMA N 17 Tebo sehingga stres akademik yang dirasakan tidak berlarut-larut dan
bertambah menjadi tingkatan stres yang lebih tinggi.
Kata Kunci: Stres Akademik, Gejala Emosional
following. The anxiety indicator gets a percentage of "56.64%"
which means it is at the "Medium" level. Panic attack indicators get
the percentage of "58.08%" is at the "Medium" level. Anger indicator
getting a percentage of "45%" is at the "Medium" level. On indicators
feeling depressed got a percentage of "53.18%" at the level
"Medium" in the last indicator is a feeling of hopelessness in getting a percentage
amounting to "56.2%" and is at the "Medium" level.
This is what it is hoped that future teachers and researchers can do
intervention measures to reduce the level of emotional symptoms of academic stress in
SMA N 17 Tebo so that the academic stress felt does not drag on and
increases to a higher level of stress.
Keywords: Academic Stress, Emotional Symptoms